Joachim Gauck terpilih sebagai Presiden Jerman

Sumber gambar, AFP
Seorang mantan pastur dan aktivis hak sipil terpilih sebagai Presiden baru Jerman.
Joachim Gauck, yang berasal dari bekas Jerman Timur, memenangkan 991 suara dari 1.232 suara dalam sidang parlemen Jerman.
Pria berusia 72 tahun tersebut tidak berafiliasi dengan satu partai pun, tetapi dia dikenal sebagai orang pintar yang tidak takut untuk mengungkapkan isu kontroversial.
Dia akan menggantikan Christian Wulff, yang mundur bulan lalu akibat skandal keuangan.
Kanselor Angela Merkel sebelumnya adalah pendukung Wulff, dan menjadi lawan politik Gauck saat bertarung dalam pemilihan presiden tahun 2010 silam.
Tapi kali ini Merkel berbalik arah mendukung Gauck, meski pengamat mengatakan bahwa dukungannya ini dipaksa oleh liberal Demokrat Bebas, yang dukungannya dibutuhkan dalam pemerintahan koalisi.
Wartawan BBC di Berlin melaporkan bahwa Merkel menyukai Gauck secara pribadi, tetapi pertanyaannya adalah apakah Gauck akan terlalu banyak bicara untuk kepentingan politik Merkel.
Penunjukan Gauck ini sekaligus mengungkap fakta bahwa pemimpin politik dan kepala pemerintahan Jerman saat ini berasal dari bekas Jerman Timur, hal yang mungkin hanya dibayangkan oleh sedikit orang.
Kejahatan era komunis
Gauck terpilih dengan suara mayoritas di Bundestag, Minggu kemarin, dengan mudah mengalahkan pesaingnya - mantan pemburu Nazi dan wartawan Beate Klarsfeld, yang hanya memperoleh 126 suara.
Anggota parlemen dan tamu kehormatan memberi tepuk tangan berdiri ketika Gauck terpilih.
''Hari Minggu yang indah,'' ujar Gauck membuka pidato kemenangannya.
Presiden yang baru dan Merkel memiliki latar belakang yang sama.
Mereka dibesarkan di Timur, yang bersatu tahun 1989 setelah Tembok Berlin runtuh.
Merkel adalah anak perempuan seorang pastur, dan Gauck adalah seorang pastur demikian juga dengan ayahnya.
Gauck tertarik dengan politik di Timur setelah ayahnya dideportasi ke Siberia karena aktif sebagai pegiat hak sipil.
Dia menjadi pastur setelah belajar ilmu keagamaan ketika universitas lain menolaknya karena pembangkangan ayahnya dan karena dia bukan anggota organisasi pemuda komunis.
Sebagai seorang pastur, dia menggelar pelayanan yang kemudian berkembang menjadi aksi demo yang pada akhirnya menumbangkan pemerintahan komunis.
Setelah runtuhnya tembok, Gauck menjadi ketua sebuah badan yang menyelidiki aktifitas Stasi, polisi rahasia Jerman Timur dan mengungkap kejahatan di era komunis.
Dalam beberapa tahun terakhir dia berkonsentrasi dalam kampanye melawan ekstrimis kiri dan kanan yang mengancam sistem demokrasi Jerman.
Gauck menggambarkan dirinya sebagai ''konservatif kiri liberal'', dan memberikan dukungan bagi kebijakan dari pemerintahan koalisi Sosial Demokrat dan Kristen Demokrat.
Dia memiliki empat anak dan telah bercerai.
Pasangan hidupnya sejak tahun 2000, seorang wartawan Daniela Schadt, akan mengambil peran sebagai Ibu Negara.




























