Pertumbuhan ekonomi Jerman menurun tajam

Pertumbuhan ekonomi Jerman melemah tajam dan dikhawatirkan berdampak di negara-negara Eropa lainnya.

Sumber gambar, BBC World Service

Keterangan gambar, Pertumbuhan ekonomi Jerman melemah tajam dan dikhawatirkan berdampak di negara-negara Eropa lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Jerman melemah tajam antara bulan April dan Juni, lebih lemah dari pertumbuhan awal tahun ini.

Pertumbuhan ekonomi negara itu, menurut laporan biro statistik negara itu hanya 0,1% pada kuartal ini, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai 1,3%.

Padahal, prediksi awal memperkirakan pertumbuhan Jerman adalah 1,5% pada kuartal pertama.

Pemerintah Jerman sekarang berupaya mendorong pemulihan ekonominya.

Melemahnya ekonomi Jerman ini menimbulkan pertanyaan lebih lanjut tentang sejauh mana kekuatan ekonomi Eropa.

Pertanyaan ini muncul setelah ekonomi Prancis juga menghadapi pelemahan pertumbuhan antara bulan April dan Juni lalu.

Rencananya angka-angka pertumbuhan ekonomi negara-negara pengguna mata uang Euro atau zona Euro akan diumumkan, Selasa (16/8) pagi waktu setempat.

Anggaran berimbang

Kanselir Jerman Angela Merkel, Selasa (16/8) dijadwalkan bertemu Presiden Prancis Nicolas Sarkozy untuk membahas cara terbaik mengatasi krisis utang negara-negara Eropa.

Dalam pertemuan itu, kedua pemimpin dan Bank Sentral Eropa akan menekankan langkah-langkah penghematan untuk mencoba menyeimbangkan anggaran mereka.

Namun, muncul kekhawatiran bahwa pemotongan pengeluaran pemerintah akan melemahkan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Financial Times, Kepala Dana Moneter Internasional, Christine Lagarde, memperingatkan bahwa Eropa harus menyeimbangkan pemotongan belanja dengan langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan.

Langkah-langkah ini ditekankan agar tidak terjadi krisis ekonomi yang lebih parah.

Lagarde mengakui pemerintah negara-negara Eropa harus mengurangi tingkat utang, tetapi dia mengingatkan langkah drastis dan terlalu cepat akan menghambat pemulihan ekonomi dan daya tampung pekerjaan.