Polisi Perancis mulai kaitkan motif serangan

Sumber gambar, Reuters
Kepolisian Perancis mulai mengkaitkan penembakan yang menewaskan empat orang di sekolah Yahudi di kota Toulouse dengan pembunuhan terhadap tiga tentara asal Afrika Utara di dua tempat terpisah beberapa waktu lalu.
Seorang sumber yang dekat dengan tim investigasi kasus pembunuhan ini mengatakan senjata yang digunakan dalam ketiga aksi berdarah itu merupakan jenis yang sama.
Dia juga menyebutkan pelaku menggunakan sepeda motor jenis skuter pada tiga kasus pembunuhan tersebut.
Penyelidikan saat ini mengarah pada dua kemungkinan pelaku dan motif menyerangan, yang pertama adalah motif gerakan Islam atau aksi yang dilakukan gerakan sayap kanan.
Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy yang langsung terbang ke Toulouse sesaat setelah peristiwa penembakan itu terjadi menggambarkan peristiwa itu sebagai sebuah tragedi nasional.
Dia juga mengatakan tiga serangan yang terjadi di Prancis ini jelas dilakukan oleh seseorang dengan motif anti-semit.
Sarkozy telah memerintahkan penjagaan pada semua sekolah berbasis agama baik sekolah Yahudi maupun Islam.
Waspada Teroris
Dia juga menerapkan status kewaspadaan tinggi untuk terhadap terorisme untuk kawasan barat daya Prancis.
Sikap duka cita juga ditunjukan oleh seluruh calon Presiden Prancis. Mereka juga menunda rencana kampanye mereka.
Calon Presiden Prancis dari Partai Sosialis, Francis Hollande mengunjungi Toulouse untuk menyampaikan duka citanya sementara calon dari sayap kanan Marine Le Pen meminta pemerintah melakukan apapun untuk mencegah serangan serupa.
Wartawan BBC di Paris, Hugh Schofield mengatakan serangan mematikan yang menyasar kelompok masyarakat Yahudi ini pernah terjadi pada tahun dekade 1970-an dan 1980-an.
Namun pada saat itu serangan tidak pernah menjadikan anak-anak sebagai target utama.
Serangan paling buruk tercatat pada tahun 1982 dimana enam orang tewas dan 22 orang lainnya luka-luka saat tengah berada di sebuah restoran Yahudi di Paris.
Prancis selama ini dikenal sebaga negara yang memiliki komunita Yahudi terbesar di Eropa Barat.
Menurut Catatan ada sekitar 500.000 orang Yahudi yang tinggal di Prancis saat ini.





























