Kofi Annan ke Beijing bahas Suriah

Sumber gambar, AP
Utusan PBB dan Liga Arab Kofi Annan, tiba di Beijing untuk mencari dukungan atas inisiatifnya untuk mengakhiri kekerasan di Suriah.
Sebelum meninggalkan Moskow, Annan mengatakan krisis tidak boleh "berlarut-larut", tetapi dia mengatakan seluruh pihak diharapkan untuk menjadwalkan pembuatan perjanjian.
Rusia telah menawarkan dukungan rencana Annan, yang mengusulkan genjatan senjata yang dibawah pengawasan PBB dan dialog politik.
Koresponden BBC mengatakan dukungan Moskow mempermudah pekerjaan Annan di Beijing.
Rusia dan Cina mendapatkan kritikan setelah memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengecam kekerasan di Suriah, yang menurut PBB telah menewaskan lebih dari 8.000 orang.
Setelah pertemuan dengan mantan sekjen PBB pada Minggu (25/3), Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengatakan negaranya memberikan dukungan penuh terhadap misi ini, sebab bisa jadi merupakan "kesempatan terakhir bagi Suriah agar tidak berlarut-larut dan menghindari perang sipil berdarah".
Pejabat Cina mengatakan mereka berharap pembicaraan akan menemukan penyelesaian atas konflik Suriah.
"Nilai Cina dan dukungan upaya mediasi oleh Annan dan harapan kunjungannya akan membicarakan sebuah resolusi politik dalam masalah Suriah," kata juru bicara Kementrian Luar Negeri Hong Lei, Senin (27/3).
Rencana perdamaian
Rencana Annan adalah meminta Presiden Bashar al-Assad untuk menarik pasukan dan persenjataan di sejumlah kota, dan seluruh pihak harus menghentikan peperangan selama dua jam per hari untuk mempermudah pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terdampak konflik.
Selain itu, pemerintah Suriah juga diminta untuk membebaskan para tahanan yang dipenjara selama kerusuhan terjadi.
Bagaimanapun, rencana itu tidak menetapkan batas waktu bagi Assad, atau meminta dia untuk mengundurkan diri.
Sebelumnya, Juru bicara Annan juga mengatakan pemerintah Suriah telah membalas enam poin rencana perdamaian dan dia akan merespon secepatnya.
Senin lalu, aktivis mengatakan pasukan keamanan telah mengebom kota Homs. Pemantau HAM Suriah mengatakan setidaknya lima orang warga sipil tewas oleh tembakan mortir di distrik Khaldiya.
Sementara itu, berbagai kelompok oposisi Suriah bertemu di Istanbul agar dapat bersatu, sebelum pertemuan kedua "Sahabat Suriah" digelar pada 1 April mendatang.
Koalisi oposisi utama, Dewan Nasional Suriah SNC mengatakan tujuan dari pertemuan ini adalah mencari kesamaan pandangan diantara oposisi Suriah untuk mengakhiri rezim diktator dan sasarannya akhirnya adalah negara demokratis dan keberagaman masyarakat sipil".
Wartawan BBC Jonathan Head di Istanbul mengatakan mereka butuh gerakan oposisi yang dipercaya jika mereka dapat meraih lebih dari apa yang dicapai dalam pertemuan di Tunisia, yang dipandang gagal.





























