AS tekan Suriah terkait rencana damai PBB

Sumber gambar, AFP
Amerika Serikat meningkatkan tekanan terhadap Suriah untuk mengimplementasikan rencana perdamaian yang disodorkan PBB-Liga Arab.
Rencana perdamaian yang dibawa Kofi Annan, mengusulkan adanya penghentian kekerasan yang diawasi PBB, penarikan mundur pasukan pemerintah dari kota-kota oposisi dan membuka akses untuk bantuan kemanusiaan.
Suriah mengaku menyambut baik usulan PBB-Liga Arab ini namun di sisi lain aksi kekerasan tak kunjung berakhir.
Permasalahan ini menjadi agenda para pemimpin Arab saat menggelar pertemuan di Baghdad, yang merupakan KTT pertama yang digelar di Baghdad selama 20 tahun terakhir.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mendesak Presiden Bashar al-Assad untuk melaksanakan komitmennya sesegera mungkin.
"Tak boleh lagi ada waktu terbuang," kata Ban seraya mengatakan rencana PBB-Liga Arab itu merupakan sebuah langkah permulaan.
Ban Ki-moon dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan para pemimpin kunci dalam KTT itu untuk membicarakan langkah-langkah yang bisa digunakan PBB dan Liga Arab untuk mengimplementasikan proposal Kofi Annan.
Skeptis
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan sejauh ini AS belum melihat Presiden Assad mengimplementasikan janji-janjinya.
"Kita semua harus menekan Assad untuk menjalankan komitmen yang sudah dibuat dan itu lah yang harus kita lakukan beberapa waktu ke depan," kata Nuland.
Sebenarnya Suriah mengatakan menerima proposal perdamaian yang ditawarkan PBB-Liga Arab lewat Kofi Annan.
Namun, Suriah juga mengatakan tidak akan menanggapi inisiatif apapun dari Liga Arab.
"Semenjak kami dikeluarkan dari Liga Arab, kami melakukan kesepakatan dengan negara Arab lain hanya dalam level bilateral," kata juru bicara pemerintah Suriah, Jihad Makdessi.
"Sehingga kami tidak akan berurusan atau menanggapi inisiatif apapun dari Liga Arab dalam level apapun," tambah dia.
Sedangkan kelompok oposisi Suriah menyatakan skeptis terhadap rencana perdamaian Annan. Mereka mengatakan pernyataan Annan yang menerima usulan Annan hanya untuk mengulur waktu.
"Kami tak yakin apakah itu (penerimaan Assad) adalah manuver politik atau sebuh ketulusan," kata anggor Dewan Nasional Suriah, Louay Safi.
"Kami tak memiliki kepercayan apapun terhadap rezim saat ini. Kami hanya ingin melihat mereka berhenti membunuhi rakyat sipil," tambah Safi.





























