PBB desak Suriah fokus ke rencana damai

Sumber gambar, AFP
Dewan Keamanan PBB mendesak para pemimpin Suriah untuk segera fokus pada rencana damai usulan PBB setelah lebih dari 24 jam melanggar tenggat waktu gencatan senjata.
Menanggapi keprihatinan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan, Dewan Keamanan mengatakan sangat penting untuk melihat adanya tanda-tanda perubahan dari pemerintah Suriah.
"Anggota Dewan Keamanan bersatu menyatakan keprihatinan bahwa tenggat waktu gencatan senjata telah dilanggar dan kekerasan tak hanya terus berlangsung namun kian memburuk dalam 10 hari terakhir," kata Dubes AS untuk PBB Susan Rice yang saat ini memimpin Dewan Keamanan.
"Para pemimpin Suriah saat ini seharusnya menangkap kesempatan untuk segera memutuskan untuk mengambil perubahan kebijakan mendasar," tambah Rice.
"Sangat penting untuk melihat tanda-tanda nyata perubahan postur angkatan bersenjata di seluruh negeri dalam 48 jam mendatang," tegasnya.
Sebelumnya, Kofi Annan melaporkan operasi militer dengan target warga sipil terus berlangsung meski Suriah telah menerima proposal perdamaian yang diajukan Kofi Annan.
Sementara itu, kelompok oposisi Suriah mengatakan sedikitnya 60 orang tewas saat pasukan pemerintah membombardir sejumlah kota.
Meski kekerasan terus berlangsung Kofi Annan masih optimistis rencana perdamaian yang diusulkannya masih bisa diimplementasikan.
"Beberapa hari sebelum 10 April seharusnya menjadi kesempatan bagi pemerintah Suriah untuk menunjukkan tanda-tanda perdamaian dengan tindakan nyata berdasarkan rencana enam poin," kata Annan.
Gencatan senjata terancam
Berdasarkan proposal yang diajukannya, militer Suriah harus mundur dari pusat-pusat pemukiman dan menghentikan penggunaan persenjataan berat sejak Selasa (10/4).
Jika semua sudah dipenuhi maka gencatan senjata penuh mulai berlaku sejak Kamis (12/4) pagi.
Damaskus menyatakan sepakat dengan tenggat waktu yang ditentukan namun kemudian Suriah meminta garansi bahwa oposisi juga akan menyerahkan senjata dan negara asing tidak mendanai kelompok oposisi.
Namun, kepada Dewan Keamanan PBB Annan mengatakan tuntutan Suriah itu bisa membahayakan rencana gencatan senjata.
Meski demikian Annan masih melihat adanya kesempatan untuk menyelamatkan proposal perdamaian.
Annan menambahkan bahwa kelompok oposisi juga harus menghentikan pertempuran agar pemerintah tidak memiliki alasan untuk mengingkari komitmen.
Anggota tetap Dewan Keamanan Rusia dan Cina selama ini memveto rencana resolusi terhadap Suriah namun kedua negara mendukung rencana Annan.





























