DK PBB akan putuskan resolusi Suriah

Sumber gambar, Reuters
Dewan Keamanan PBB akan menggelar voting terhadap resolusi yang memberikan wewenang untuk pengiriman memantau gencatan senjata ke Suriah.
Sebuah draf telah difinalisasi oleh anggota pada Jumat (13/4) dan akan diputuskan melalui pemungutan suara di New York, Sabtu (14/4) ini, kata seorang diplomat.
Bagaimanapun, tidak jelas apakah Rusia - yang memveto dua resolusi sebelumnya - akan mendukung draf resolusi yang baru.
Utusan Kofi Annan meminta pengiriman tim secepatnya untuk menjamin pelaksanaan rencana perdamaian di Suriah.
Meski terjadi gencatan senjata, sejumlah orang tewas pada Jumat kemarin, ketika ribuan pemrotes memadati jalanan di sejumlah wilayah di negara itu untuk menentang Presiden Bashar al-Assad.
Rencana yang disampaikan Annan adalah mengakhiri kekerasan di Suriah yang berjalan lebih dari satu tahun dan menewaskan 9.000 orang, sebagian besar warga sipil.
'Sangat sulit'
Di New York, dukungan terhadap draf dibayangi oleh perbedaan pandangan antara Rusia dan AS yang mencegah pemungutan suara pada Jumat (13/4).
Para diplomat merevisi draf usulan AS pada Jumat untuk mengakomodasi keberatan yang disampaikan Rusia, tetapi Moskow belum pasti mendukung rancangan tersebut.
Perwakilan tetap Rusia Vitaly Churkin, mengatakan kepada wartawan bahwa terjadi "diskusi yang baik" tetapi dia tidak "sepenuhnya puas" dengan pembicaraan tersebut.
Rancangan itu telah dikirimkan ke pemerintah untuk mendapatkan persetujuan, dan pemungutan suara diharapkan akan dilakukan pada Sabtu (14/4) siang waktu setempat.
"Ada negosiasi, belum ada kesepakatan," kata duta besar Prancis untuk PBB, Gerard Araud kepada wartawan. "Ini sangat sulit, tetapi akan ada pemungutan suara pada esok hari."
Resolusi itu meminta untuk pengiriman tim, yang terdiri dari 30 pemantau. Jika disetujui maka akan ditingkatkan menjadi 250 pemantau seperti yang diminta oleh Annan.
Seorang juru bicara Annan mengatakan bahwa sebuah kelompok peninjau siap untuk berangkat ke Rusia, secepatnya setelah resolusi disepakati.
"Pada saat ini kami telah memiliki tim yang siap berangkat dengan pesawat untuk ke sana, dan mendaratkan mereka secepat mungkin," kata Ahmad Fawzi.
Sebelumnya, Presiden Barack Obama menandatangani peningkatan bantuan untuk Suriah, termasuk peralatan komunikasi dan pasokan medis, kata pejabat.
Penembakan

Sumber gambar, Reuters
Demonstran anti pemeritah di Suriah menggelar demonstrasi terjadi di sejumlah tempat setelah sholat Jumat, dengan penjagaan pasukan keamanan.
Aktivis mengatakan pasukan keamanan menembakkan senjata ke udara di sejumlah tempat untuk mencegah protes. Tetapi di tempat lain, beberapa pemrotes tewas karena tembakan.
"Kami mencoba untuk mencapai lapangan Assi untuk menunjukkan kepada dunia mengenai perlakukan rejim yang sesungguhnya - mereka berbohong dan tidak akan mengijinkan kita untuk melakukan demonstrasi besar dan damai," kata Mousab Hamadee, seorang aktivis di Hama, kepada BBC.
"Ketika kami ingin menuju lapangan Assi, mereka mulai menembaki kami. Dua orang rekan kami tewas," tambah dia.
Komite Koodinasi Lokal LCC, sebuah jaringan aktivis, mengatakan pasukan keamanan telah menewaskan 13 orang, termasuk di Deraa, Hama dan Idlib.
Aktivis juga mengatakan ada pengeboman di Homs, meski lebih kecil dari sebelumnya.
Kantor Berita pemerintah, Sana, menyebutkan seorang tentara tewas ketika bom meledak di dekat sebuah bus militer di Aleppo, dan seorang pejabat partai Baath tewas ditembak di provinsi Deraa.
Wartawan BBC di Beirut Jim Muir mengatakan gencatan senjata menurunkan tingkat kekerasan dan kematian, tetapi tentara, tank dan senjata berat tetap diterjunkan ke pemukiman masyarakat, jadi masih sangat rapuh.





























