Setidaknya empat orang tewas dalam kekerasan terbaru di Suriah

Sumber gambar, AP
Setidaknya empat orang tewas saat pasukan keamanan merazia asrama mahasiswa di Aleppo, Suriah.
Peluru tajam dilaporkan digunakan saat pasukan keamanan membubarkan massa anti pemerintah yang digelar di luar asrama mahasiswa yang berdekatan dengan kampus Universitas Aleppo, Rabu dini hari.
Sebanyak 200 mahasiswa diyakini ditahan saat razia berlangsung.
Akibat insiden ini universitas mengumumkan pembatalan semua pelajaran hingga akhir tahun akademis.
Aleppo belum pernah mengalami kekerasan dan menggelar aksi protes skala besar seperti yang terlihat di kota lainnya saat demo menentang pemerintah berlangsung.
Tapi saat ini hampir setiap hari aksi demonstrasi digelar mahasiswa di sana.
Taktik lebih keras
Seorang mahasiswa di Aleppo, Thaer al-Ahmed, mengatakan ada kepanikan dan kekacauan saat pasukan keamanan dan anggota milisi Shabiha menembak dan melontarkan gas air mata guna membubarkan aksi yang diikuti sekitar 1.500 orang diluar asrama.
"Sejumlah mahasiswa lari ke kamar mereka untuk berlindung tetapi dikejar sampai ke kamar, dipukul dan ditahan,'' katanya kepada kantor berita Associated Press. "Yang lainnya menderita luka tusuk dan patah tulang saat mereka mencoba kabur.''
Ahmed mengatakan razia dan rentetan tembakan terus berlangsung selama sekitar lima jam hingga Kamis kemarin.
Komite Lokal Kordinasi, LCC, sebuah jaringan aktivis mengatakan, pasukan keamanan kemudian memperingatkan setiap orang yang masih berada di dalam asrama untuk segera keluar. Pintu masuk ke dalam gedung kampus juga dilaporkan ditutup.
LCC mengatakan lima mahasiswa tewas, sementara Pengawas HAM Inggris berbasis di Suriah menyebut empat orang tewas.
Serangkaian protes atas kekerasan ini sekarang mulai berlangsung disejumlah lokasi terdekat.
Aktivis mengatakan pasukan keamanan biasanya hanya menggunakan gas air mata dan pukulan tongkat untuk membubarkan massa pemrotes sejak aksi menolak Presiden Bashar al-Assad dimulai Maret 2011 silam, tetapi dalam beberapa hari terakhir ini mereka kini menggunakan taktik yang lebih keras.
Ini memaksa mahasiswa untuk menggelar aksi massa berlangsung malam hari.
Razia malam hari di Aleppo dilakukan meski pemerintah Suriah mengatakan akan menuruti persyaratan dalam rencana damai yang dinegosiasikan oleh PBB dan utusan Liga Arab, Kofi Annan, yang termasuk diantaranya adalah gencatan senjata dan komitmen untuk mengijinkan aksi protes damai.





























