Pemerintah Suriah dituduh bertanggung jawab atas tewasnya 70 orang

Sumber gambar, AP
Para pegiat hak asasi Suriah menuduh pasukan pemerintah bertanggung jawab atas tewasnya 70 orang dalam serangan terhadap sejumlah rumah di Hama, Suriah selatan.
Mereka menyebutkan barisan rumah di kawasan Masha at-Tayyar di kota itu hancur karena ledakan besar.
Video yang dipajang di internet memperlihatkan sejumlah jenazah ditarik ke luar dari balik puing-puing.
Sebuah laporan menyebutkan di antara para korban terdapat 13 anak-anak dan 15 perempuan.
Diduga ledakan yang terjadi disebabkan oleh serangan meriam pemerintah dan bahkan ada kemungkinan merupakan rudal Scudd.
Wartawan BBC di Beirut, Jim Muir, melaporkan bahwa tingkat kerusakan yang terjadi memperlihatkan serangan bukan dengan menggunakan meriam konvensional.
Kelompok perlawanan Dewan Nasional Suriah (SNC) meminta agar segera digelar sidang darurat di Dewan Keamanan PBB sehingga bisa dikeluarkan sebuah resolusi untuk melindungi penduduk sipil.
Menurut SNC, dalam beberapa hari belakangan tercatat hampir 100 orang tewas di Hama.
Disebut pabrik bom
Namun stasiun TV pemerintah menuduh para pegiat yang bersalah dengan menyebut rumah yang diserang di Hama sebagai pabrik bom terroris bersenjata. Jumlah korban yang tewas disebut 17 jiwa dan tidak sampai puluhan.
Stasiun TV tersebut menyiarkan gambar anak-anak yang terluka sedang mendapat perawatan di rumah sakit.
Bagaimanapun tidak bisa dikukuhkan tentang jumlah korban maupun serangan terjadi karena pemerintah membatasi kehadiran wartawan independen.
Kekerasan terbaru ini terjadi di tengah masih berlangsungnya gencatan senjata yang dimotori oleh utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Kofi Annan.
Sementara itu sebuah video yang disebar lewat internet memperlihatkan seorang pria dikubur hidup-hidup oleh aparat keamanan Suriah. Pria itu diduga seorang pegiat media yang mengirimkan bahan ke stasiun-stasiun TV internasional.
Video tentang penguburan hidup-hidup itu dibocorkan oleh para simpatisan kelompok perlawanan. Namun keaslian video itu tidak bisa dipastikan.
Pemantau PBB
Kekerasan agaknya masih terus terjadi di beberapa tempat di Suriah walau tim pemantau awal PBB sudah tiba di dalam negara itu sebagai bagian dari gencatan senjata yang disepakati pada pekan pertama April.
Hari Selasa (24/4) Kofi Annan mengatakan militer Suriah belum mundur dari kawasan pemukiman penduduk sipil.
Dia mengecam laporan tentang masuknya kembali tentara pemerintah ke Hama setelah pemantau PBB ke luar dari kota itu, Senin 23 April, sebagai 'hal yang sepenuhnya tidak bisa diterima dan tercela'.
Dua pemantau PBB kini sudah kembali ke Hama. PBB merencanakan untuk mengerahkan 300 pemantau ke Suriah.
Prancis mengatakan Dewan Keamanan saat ini sudah harus mempertimbangkan penggunaan kekuatan jika rencana damai Annan gagal menghentikan kekerasan.
PBB memperkirakan sekitar 9.000 orang tewas sejak unjuk rasa menentang pemerintah pimpinan Presiden Bashar al-Assad marak Maret 2011.
Sementara pemerintah Damaskus pada Februari 2012 menyebutkan jumlah korban sekitar 3.800 penduduk sipil dan 1.345 aparat keamanan.





























