Menlu AS tekan Pakistan untuk redam militan

Sumber gambar, Reuters
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyerukan agar Pakistan bertindak lebih banyak untuk meredam militan.
Dalam akhir kunjungan dua hari di India, Nyonya Clinton mengatakan pemerintah Pakistan perlu menjamin bahwa kawasan mereka tidak digunakan untuk meluncurkan serangan ke tempat lain, termasuk di dalam negara itu sendiri.
"Teroris di Pakistan menewaskan lebih dari 30.000 warga Pakistan. Kita perlu tindakan yang lebih keras dalam menghadapi terorisme," katanya hari Selasa (8/5).
Komentar itu muncul satu hari setelah ia mengatakan Pakistan harus bertindak menghadapi Hafiz Saeed, pendiri Laskhar-e-Taiba, kelompok yang disalahkan atas serangan Mumbai 2008.
Kelompok bersenjata Pakistan menewaskan 165 orang dalam serangan tiga hari dengan sasaran hotel-hotel mewah, stasiun kereta dan pusat Yahudi di ibukota perdagangan India itu.
Hillary Clinton juga mengatakan bahwa India juga berperan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Sumber alternatif minyak
Perundingan Nyonya Clinton dan para pejabat India berkisar dari investasi asing sampai impor minyak India dari Iran.
Amerika Serikat menekan sejumlah negara untuk menghentikan impor minyak dari Iran, yang merupakan sumber penting bagi Tehran.
"Kami memuji India atas langkah-langkah yang mereka ambil untuk mengurangi impor (minyak) dari Iran. Kami bekerja sama dengan India atas sumber alternatif lain."
Ia mengatakan Amerika Serikat akan mengirim utusan energi ke India pekan depan untuk membicarakan sumber alternatif minyak.
Menteri Luar Negeri India SM Krishna mengatakan Iran adalah "sumber penting minyak untuk kami" di tengah meningkatnya kebutuhan energi negara itu.
Namun ia mengatakan, India juga memiliki kepentingan untuk penyelesaian damai terkait program nuklir Iran.
Kunjungan Hillary Clinton ke India adalah lawatan terakhir dari kunjungan ke tiga negara, termasuk ke Cina dan Bangladesh.





























