Hollande dan Merkel membahas krisis euro di Berlin

Francois Hollande berkomitmen memecahkan krisis mata uang euro

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Francois Hollande berkomitmen memecahkan krisis mata uang euro

Presiden Prancis yang baru saja dilantik Francois Hollande berjanji akan bekerja sama dengan Jerman untuk mengatasi krisis ekonomi Uni Eropa.

Ia mengatakan hal itu di Berlin pasca pembicaraan dengan Kanselir Jerman Angela Merkel, beberapa jam sesudah pelantikannya.

Kedua kepala negara mengatakan mereka ingin Yunani tetap menggunakan mata uang euro meski negara itu sedang terjerat hutang. KTT informal akan dilaksanakan pada 23 Mei.

Hollande mengatakan "semua orang harus terbuka dan tidak menyembunyikan apa pun" demi terciptanya pertumbuhan.

Ia menambahkan kemungkinan diterbitkannya surat obligasi euro yang akan menyatukan hutang-hutang negara-negara zona euro dengan dukungan pemerintah dari 17 negara anggota.

Jerman selama ini selalu menolak ide surat obligasi euro.

Dimensi pertumbuhan

Dalam kampanye pemilunya, Hollande mengatakan ia ingin melakukan renegosiasi pakta fiskal Uni Eropa, yang akan mengharuskan semua negara anggota untuk menyeimbangkan budget mereka.

Merkel mengatakan butir-butir persetujuan tidak dapat diubah.

"Sebagai presiden dari republik [Prancis], saya ingin merenegosiasikan apa yang sudah diterima pada level tertentu demi dimensi pertumbuhan," kata Hollande, yang berdiri di samping Merkel pada konferensi pers di ibukota Jerman.

Sedangkan Merkel mengatakan Prancis dan Jerman bersedia "mempelajari kemungkinan langkah-langkah pertumbuhan tambahan di Yunani."

Yunani berjuang untuk menerapkan pemangkasan budget yang dituntut oleh UE dan Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai balasan dari dana talangan sebesar 130 miliar euro.

Baik Hollande mau pun Merkel mengatakan mereka ingin Yunani tetap menjadi anggota zona euro.

"Kami berharap Yunani tetap berada di zona euro dan kami tahu mayoritas populasi Yunani setuju dengan kami," kata Merkel.

Sebagai dua ekonomi terbesar di zona euro, dan kontributor terbesar di dana talangan, Jerman dan Prancis adalah pengambil keputusan kunci dalam strategi untuk menarik Eropa keluar dari krisis.

Menurut angka resmi yang dikeluarkan Selasa pagi, ekonomi Prancis tidak bertumbuh pada kwartal pertama 2012. Pertumbuhan di kwartal terakhir 2011 direvisi menjadi 0,1% dari 0,2%.

Namun, perekonomian Jerman menguat lebih dari yang diperkirakan yaitu 0,5% di tiga bulan pertama tahun ini.