Pemberontak Suriah dituduh Rusia ikut bertanggung jawab di Houla

Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sergei Lavrov menegaskan yang lebih penting adalah penghentian bukan orang yang berkuasa.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menuduh kelompok pemberontak Suriah ikut bertanggung jawab atas pembunuhan 100 lebih warga kota Houla.

Dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, di Moskow, Lavrov menambahkan amat waspada dengan pembunuhan massal di Houla itu.

"Kita mengatasi situasi dengan kedua belah pihak terbukti mempunyai andil dalam kematian warga yang tidak berdosa," tuturnya.

"Tidak diragukan jika pemerintah menggunakan artileri serta tank dan ini sudah dilaporkan kepada pemantau PBB yang berkunjung ke tempat kejadian."

"Tidak diragukan juga bahwa banyak jenazah yang ditemukan dengan cedera dari tembakan jarak dekat. Jadi menuding kesalahan harus secara objektif. Tidak ada yang membebaskan pemerintah atau pemberontak namun kita harus memahami bagaimana hal itu terjadi supaya tidak terulang lagi," tambahnya.

Dalam kunjungannya ke Moskow, Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, kembali meningkatkan seruan agar Presiden Bashar al-Assad mematuhi rencana damai Kofi Annan.

"Alternatifnya adalah rencana Annan atau meningkatkan kekacauan dan perang saudara menyeluruh yang semakin dekat dan keambrukan."

Pertarungan masih terus berlangsung di Suriah walau 280 pemantau PBB sudah tiba di negara itu untuk mengawasi kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Kofi Annan.

PBB mengutuk keras

Ketika ditanya apakah Presiden Bashar al-Assad bisa menjadi bagian dari penyelesaian krisis Suriah, Sergei Lavrov menjawab bahwa penghentian kekerasan lebih penting daripada orang yang berkuasa.

"Kami tidak mendukung pemerintah Suriah. Kami mendukung rencana Kofi Annan."

Pemerintah Suriah sudah menegaskan bahwa pembunuhan di Houla dilakukan oleh kelompok yang mereka sebut 'teroris'.

PBB sudah mengutuk pembunuhan tersebut dan mengatakan artileri pemerintah terlibat dalam pembuuhan.

Dalan pernyataan yang tidak mengikat yang dikeluarkan Minggu (27/05, Dewan Keamanan PBB memintaagar pemerintah Suriah menarik semua senjata berat dari kawasan-kawasan pemukiman.

"Anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk sekeras mungkin pembunuhan di kampung (Houla) dekat Homs, dalam serangan yang melibatkan serangkaian artileri dan tak pemerintah yang menyerang kawasan pemukiman," tulis pernyataan tersebut.

Annan di Damaskus

Utusan khusus Liga Arab dan PBB untuk Suriah, Kofi Annan, sudah tiba di Damaskus untuk membahas pelaksanaan rencana damai yang terdiri atas enam poin.

Dia juga meminta agar setiap individu yang memiliki senjata untuk menyerahkannya.

"Saya datang ke Suriah pada momen penting dalam krisis ini," tutur Annan kepada wartawan ketika tiba di Damaskus.

"Secara pribadi. Saya terkejut dan ketakutan dengan tragedi di Houla."

Annan menambahkan bahwa Dewan Keamanan sudah meminta PBB untuk meneruskan penyelidikan atas serangan di Houla.

"Mereka yang bertanggung jawab atas kejabatan brutal ini harus diminta pertanggung jawaban. Saya mengetahui pemerintah (Suriah) sudah melakukan penyelidikan."

PBB sudah mengukuhkan bahwa sebanyak 49 anak-anak dan 34 perempuan termasuk dalam korban yang tewas di Houla, Jumat 22 Mei.