Sekjen PBB kecam pembantaian baru di Suriah

Ban Ki Moon

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Ban Ki Moon mengatakan pemantau PBB dilarang masuk ke lokasi pembunuhan.

Sekjen PBB Ban Ki Moon mengecam pembantaian terbaru di Suriah dan juga mengatakan bahwa tim pemantau PBB yang berusaha menuju lokasi diserang dengan tembakan.

"Hari ini laporan-laporan berita mengenai pembunuhan massal di Al Qubeir dan Kafourjeta sangat mengagetkan dan menjijikkan," kata Ban Ki Moon dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York hari Kamis (07/06).

Desa tersebut, lanjut sekjen PBB, tampaknya dikepung oleh pasukan keamanan pemerintah dan jenazah-jenazah warga sipil tergeletak dengan luka tembak dan sebagian diduga dibakar.

"Kami mengecam keras tindakan barbar yang sungguh tidak terkatakan dan kami kembali menegaskan tekad untuk memintai pertanggungjawaban dari mereka yang terlibat," kata Ban Ki Moon.

Dia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai upaya tim pemantau PBB di Suriah untuk melakukan verifikasi di lapangan mengenai dugaan pembantaian baru.

"Para pemantau PBB semula tidak diberi akses. Mereka berusaha mencapai lokasi kejadian dan beberapa menit lalu saya mendapat informasi bahwa dalam usahanya para pemantau PBB ditembak dengan senjata ringan," tutur sekjen PBB.

Rencana tidak diterapkan

Sementara itu utusan internasional untuk Suriah Kofi Annan turut mengecam pembunuhan massal di Desa Qubeir. Dia mengatakan pihak-pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban.

Kofi Annan juga mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa rencana damai yang diusulkannya tidak diterapkan di lapangan meskipun Suriah telah menerima rencana tersebut.

"Hari ini meskipun rencana enam poin dan penempatan pemantau PBB di Suriah telah diterima, saya harus berterus terang dan mengukuhkan bahwa rencana itu tidak diterapkan," katanya.

Sebelumnya kepala tim pemantau PBB di Suriah Jenderal Robert Mood mengatakan pasukan keamanan negara itu memblokir pemantau masuk ke lokasi yang disebut-sebut sebagai tempat pembantaian baru.

Jenderal Robert Mood mengatakan para pemantau berusaha mencapai desa kecil Qubeir, Provinsi Hama untuk melakukan verifikasi laporan-laporan para aktivis bahwa sekitar 80 orang dibunuh oleh pasukan pemerintah dan milisi.

Di antara mereka yang dibunuh, kata para aktivis Suriah, adalah anak-anak dan perempuan.

Namun televisi pemerintah Suriah melaporkan tim PBB sekarang sudah bisa masuk ke desa. Sejauh ini belum ada konfirmasi independen mengenai klaim televisi resmi itu.