Wahana Shenzou-9 bergabung dengan stasiun angkasa

Wahana angkasa milik Cina Shenzou-9 yang membawa tiga awak masih berupaya melakukan proses penggabungan dengan laboratorium angkasa luar Tiangong-1.
Media massa Cina melaporkan penggabungan dua wahana angkasa itu diharapkan bisa selesai pada Senin (18/6) pukul 15.00 waktu Beijing atau pukul 14.00 WIB di ketinggian 340km.
Proses penggabungan wahana angkasa ini masih dilakukan dengan prosedur otomatis menggunakan komputer dan belum menggunakan kemampuan awak Shenzou-9.
Setelah kedua wahana ini bergabung, maka dua astronot akan memasuki laboratorium dan satu astronot lainnya tetap berada di dalam kapsul Shenzou demi mengantisipasi keadaan darurat.
Di dalam laboratorium itu nantinya akan dilakukan penelitian yang sudah direncanakan, termasuk tes kesehatan meneliti pengaruh kondisi tanpa bobot terhadap tubuh manusia.
Penggabungan manual

Sumber gambar, Reuters
Sejauh ini penggabungan masih dilakukan dengan kendali jarak jauh menggunakan radar, laser dan sensor optik yang akan menuntun Shenzou menuju Tiangong.
Tetapi, dalam beberapa hari ke depan para astronot akan 'berlatih' melakukan penggabungan kedua wahana angkasa secara manual.
Para astronot nanti akan memisahkan Shenzou-9 dari laboratorium Tiangong, kemudian memundurkan kapsul ke jarak tertentu sebelum kemudian melakukan penggabungan kembali.
Proses pelepasan dan penggabungan manual ini dilakukan di bawah pimpinan astronot Liu Wang.
"Kami sudah melakukan 1.500 kali simulasi. Kami sudah menguasai tekniknya," kata Liu Wang dalam konferensi pers sebelum peluncuran.
"China memiliki teknologi dan astronot terbaik dan saya yakin kami bisa melakukan proses penggabungan manual," tambah Liu.
Misi Shenzou-9 ini diluncurkan pada Sabtu (16/6) dan membawa astronot perempuan pertama Cina, Liu Yang.
Ketiga astronot Cina ini dijadwalkan kembali ke Bumi sebelum akhir bulan ini.
Laboratorium angkasa

Sumber gambar, Reuters
Misi Shenzou-9 ini adalah misi wahana angkasa berawak keempat Cina, menyusul misi penggabungan tanpa awak yang sukses dilakukan Shenzou-8 tahun lalu.
Belum lagi usai misi Shenzou-9, Cina dipastikan akan meluncurkan misi Shenzou 10 pada tahun depan.
Laboratorium angkasa Tiangong-1 merupakan prototipe modul-modul angkasa yang diharapkan bisa dibangun Cina untuk membentuk sebuah stasiun angkasa berawak pada akhir dekade ini.
Dengan berat 60 ton, Tiangong-1 lebih kecil dibanding stasiun angkasa luar milik AS, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang yang memiliki berat 400 ton.
Namun kehadiran Tiangong-1 di angkasa luar bagaimanapun menunjukkan prestasi luar biasa Cina dalam mengembangkan teknologi luar angkasanya.
Gambar konsep stasiun angkasa Cina menunjukkan moduk utama seberat 20-22 ton diapit dua kapsul laboratorium yang ukurannya lebih kecil.
Sumber resmi menyebut stasiun angkasa ini nantinya akan mendapat pasokan bahan bakar, makanan, air, udara dan lain-lain dengan proses sama seperti yang dilakukan Stasiun Angkasa Internasional (ISS).





























