PBB meminta Suriah batalkan serangan di Aleppo

Ban Ki-moon

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Ban Ki-moon mengatakan sangat khawatir dengan situasi di Aleppo.

Masyarakat internasional mendesak Suriah agar membatalkan serangan terhadap pemberontak di Aleppo.

Sekjen PBB, Ban Ki-moon, saat berbicara di London meminta pemerintah Suriah membatalkan serangan tersebut.

"Saya sangat khawatir dengan memburuknya kekerasan di Aleppo," kata Ban, hari Jumat (27/07).

"Saya mendesak pemerintah untuk menghentikan serangan. Demi rakyat, kekerasan oleh kedua pihak harus dihentikan," kata Ban.

Ban juga meminta pemerintah Suriah untuk secara tegas menyatakan tidak akan menggunakan senjata kimia dalam situasi apapun.

Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, memperingatkan kemungkinan pembantaian besar-besaran di Aleppo dan mengatakan tidak semestinya masyarakat internasional hanya diam.

'Rezim akan jatuh'

Di Jenewa, Swiss, Komisioner HAM PBB, Navi Pillay, mengatakan dirinya menerima laporan mengenai upaya tentara pemerintah membersihkan pemberontak dari Damaskus dan pemberontak di Aleppo menghadapi risiko yang sama.

Tank dan tentara pemerintah dalam jumlah besar dilaporkan bergerak menuju Aleppo dan kawasan-kawasan yang dikuasai pemberontak menjadi sasaran bom.

Dalam perkembangan terkait, mantan kepala tim pemantau PBB di Suriah, Mayjen Robert Mood, mengatakan jatuhnya rezim Bashar al-Assad tinggal menunggu waktu.

"Cepat atau lambat, rezim akan jatuh," kata Mayjen Mood yang memimpin 300 pemantau di Suriah hingga pekan lalu.

"Tapi apakah rezim akan jatuh dalam hitungan pekan atau tahun? Saya tidak berani menjawabnya," katanya.

Menurut Mayjen Mood jatuhnya rezim bukan berarti konflik di Suriah akan otomatis terselesaikan.

"Konflik Suriah akan berhenti setelah rezim jatuh sama dengan menyederhanakan masalah yang ada. Situasi bisa bertambah buruk setelah pemerintah jatuh," kata Mayjen Mood.