Peternakan sapi di Amazon

Berbeda dengan pembalakan hutan yang dikatakan marak tapi nyaris tidak terlihat di ruas Sungai Amazon yang saya susuri, menjamurnya peternakan sapi sungguh sangat kasat mata.
Selama perjalanan berulangkali saya menyaksikan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan sapi yang melenggang berkelompok, merumput atau sekadar bermalasan memandang kapal-kapal yang lewat.
Rumput tebal berlatar hutan lebat menghampar luas dan perluasan ladang ternak memang dituding sebagai perusak nomor satu Hutan Amazon.
Tetapi Amazon tidaklah selalu menyimpan keramahan bagi para pengembang peternakan.
Cuaca yang tidak menentu seperti badai bukanlah sebuah anomali di tempat ini.
Padahal sungai merupakan urat nadi untuk mengangkut ternak.
Bukan itu saja. Yang lebih penting lagi tanah di Amazon sebetulnya tidak cukup subur untuk ditanami rumput sehingga harus dibantu pupuk kimia untuk menumbuhkan rumput.
Rumput Amazon juga tidak cukup kuat untuk tumbuh tanpa rimbun pepohonan sehingga harus didatangkan rumput dari Amerika Serikat yang bisa tumbuh di padang rumput.
Lebih parah lagi sapi lokal ternyata tidak cocok untuk diternakkan di kawasan ini sehingga harus didatangkan dari India.
Beruntung setidaknya sapi-sapi itu sekarang sudah bisa dikembangbiakkan sendiri oleh para peternak di Amazon.





























