'Twitter' dibolehkan di pengadilan Inggris

Ketua Mahkamah Agung untuk Inggris dan Wales mengeluarkan putusan yang mengizinkan pengiriman pesan melalui Twitter di pengadilan.
Dia mengatakan komunikasi dengan teks akan diizinkan sepanjang hakim yakin hal itu tidak mengganggu jalannya pengadilan.
Putusan Mahkamah Agung dikeluarkan setelah para wartawan menggunakan Twitter pada sidang pemberian jaminan kepada pendiri Wikileaks Julian Assange untuk mengirimkan laporan langsung.
Panduan sementara ini akan memberikan pengaruh langsung namun akan dikaji ulang pelaksanaannya.
Panduan ini meliputi telepon seluler, email dan social media seperti Twitter dan laptop yang bisa akses ke internet.
Peka
Putusan Lord Chief Justice menyatakan,"Penggunaan peralatan modern yang tidak mengganggu dan hampir tidak bersuara untuk tujuan laporan langsung tentang proses pengadilan ke dunia luar saat terjadi di pengadilan kemungkinan tidak akan mengganggu jalannya sidang."
Sejauh ini merekam suara dan gambar selama pengadilan masih bersifat ilegal namun mengirimkan komunikasi elektronik belum dilarang.
Penggunaan Twitter di pengadilan bersifat peka karen berbentuk siaran publik dan berpotensi dibaca setiap orang.
Dalam sidang di Westminster Magistrates saat sidang permohonan jaminan Assange Selasa pekan lalu, para wartawan meminta hakim apakah mereka bisa mengirimkan pesan Twitter.
Hakim Distrik Howard Riddle mengatakan tidak keberatan dan beberapa wartawan melakukannya secara berkala saat hasil sidang diketahui.
Namun sepekan kemudian dalam sidang jaminan Assange di Pengadilan Tinggi, Hakim Ouseley mengatakan Twitter tidak dapat dipakai.
Pengamat hukum mengatakan praktek itu sudan berlangsung "diam-diam dan secara tersembunyi".





























