Meksiko Terbuka terancam aksi kriminal

Sumber gambar, a
Asosiasi tenis profesional, ATP, memperingatkan para calon pemain terhadap ancaman keamanan menjelang pembukaan turnamen Meksiko Terbuka di kawasan resor Pasifik Acapulco hari Senin (21/02).
ATP menyarankan agar pemain tidak meninggalkan hotel mereka serta meminta agar pemain segera meninggalkan tempat itu segera setelah tereliminasi dari turnamen.
Pemerintah Meksiko telah memberikan jaminan pada ATP bahwa penjagaan keamanan sudah ditempatkan di lokasi.
Aparat setempat melakukan sejumlah penahanan terkait serangkaian aksi kekerasan terkait perang kartel narkotika di kota itu.
Sejumlah pemain top dunia, termasuk David Ferrer, mengatakan tidak takut pada ancaman itu, namun David Nalbandian, pemain asal Argentina, akhirnya memilih mundur dari turnamen.
Dibesar-besarkan
Mundurnya David Nalbandian membuat Direktur turnamen mengeluhkan komunikasi dengan ATP dan WTA, yang juga menyelenggarakan turnamen serupa di Acapulco.
Seperti ditulis kantor berita AP, Direktur turnamen Raul Zurutuza mengatakan ancaman kekerasan terlalu dibesar-besarkan sehingga menakuti para pemain.
"Terlalu dibesar-besarkan, padahal yang sesungguhnya (hanyalah), bahwa kita prihatin pada terjadinya aksi kekerasan," kata Zurutuza.
Sementara menurut David Ferrer, anacman tersebut tidak perlu ditakuti.
"Dalam konteks bermain tenis, saya yakin pekan yang menyenangkan menunggu kita," kata pemain Spanyol yang juga merupakan juara bertahan turnamen Acapulco tahun lalu ini.
Acapulco merupakan tempat terjadinya banjir darah akibat perang kartel-kartel narkotika, dengan sopir taksi kerap digunakan sebagai sasaran aksi pembunuhan karena dipakai sebagai informan atau transportasi kejahatan.
Menurut polisi setempat sudah 12 pengemudi dan penumpang taksi tewas akibat gelombang aksi kriminal ini, sementara belasan kendaraan dibakar tanpa alasan jelas.





























