Inggris abstain pemilihan presiden FIFA

Bin Hammam dan Sepp Blatter
Keterangan gambar, Bin Hammam (kiri) ternoda tuduhan sogok, Blatter juga dilanda dugaan suap

Persatuan Sepak Bola Inggris (FA) akan abstain dalam pemilihan presiden FIFA bulan depan.

Para pejabat senior FA memutuskan untuk tidak mendukung presiden yang sedang berkuasa, Sepp Blatter, dan tuduhan baru yang muncul pekan lalu tentang korupsi di pengajuan menjadi tuan rumah Piala Dunia yang melibatkan Qatar, membuat Inggris semakin pasti akan bersikap abstain pada tanggal 1 Juni.

Saingan Blatter adalah Mohammed Bin Hammam, yang pencalonannya sendiri tercemar oleh pernyataan di Parlemen pekan lalu bahwa dua anggota FIFA dibayar US$1,5 juta dollar untuk memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Bin Hammam berperan penting dalam membawa turnamen bergengsi itu ke negaranya.

Ketua FA, David Bernstein, mengatakan dalam satu pernyataan bahwa, "Ada banyak isu yang pemberitaannya sangat bagus, baik isu saat ini maupun masa lalu, yang membuat dewan FA sulit mendukung salah satu calon.

Protes

"FA menghargai sangat tinggi hubungannya dengan para mitra sepak bola internasional.

"Kami bertekad memainkan peranan yang aktif dan berpengaruh melalui wakil kami baik di UEFA maupun di FIFA.

"Kami akan terus bekerja keras untuk membawa perubahan yang kami anggap akan menguntungkan semua pihak dalam persepakbolaan internasional."

Salah seorang anggota dewan FA berencana mendorong koleganya sesama direktur agar menyampaikan protes dengan tidak memberikan suara kepada calon mana pun.

Anggota dewan itu mengatakan, "Kejadian pekan lalu tidak membantu Bin Hammam dan sangat sulit mendukung Blatter, jadi abstain merupakan jalan yang paling mungkin."

Bernstein mengakui pekan lalu bahwa publik tidak akan senang kalau dewan FA memutuskan untuk memilih Blatter.