Mark Webber kesal dengan perintah Red Bull

webber
Keterangan gambar, Mark Webber mencoba mengabaikan perintah tim untuk tidak mendahului Sebastian Vettel

Pembalap Red Bull Mark Webber menyatakan rasa frustasinya setelah diperintahkan untuk tidak mendahului rekan satu tim Sebastian Vettel menjelang lap-lap akhir GP Inggris hari Minggu (10/7).

Webber sedang berebut posisi dua dengan pemimpin klasemen pembalap Vettel dan sedang melakukan manuver untuk mendahului pembalap Jerman itu.

Tetapi pembalap Australia itu diperintahkan, ''Mark jaga jarak'' lewat radio tim.

''Saya tidak menyukainya,'' kata Webber setelah lomba selesai dan mengatakan ia tidak terlalu memperhatikan perintah itu.

''Kalau saja Fernando Alonso harus mundur di lap terakhir, kami pasti akan bertarung hingga titik terakhir.''

''Tentu saja saya mengabaikan perintah itu. Saya mencoba sekuat tenaga ditengah gangguan begitu banyak pesan lewat radio.''

Ketika ditanya apakah ia merasa menjadi pembalap kedua di tim, Webber menjawa: ''Tidak juga. Saya hanya ingin membalap hingga akhir.''

''Ketika lomba tinggal empat atau lima lap lagi saya mulai mendapat pesan itu. Tentu saja mereka ingin mendapat nilai maksimal, tetapi saya juga memerlukannya.''

Tim lebih utama

Direktur tim Red Bull Christian Horner mengatakan ia mengerti rasa frustasi pembalap Australia itu, namun mengatakan kepentingan tim di atas segalanya.

''Kami tidak ingin kedua pembalap itu bertabrakan ketika lomba sudah hampir selesai, dan itu sangat mungkin terjadi,'' katanya.

''Peluang Mark dalam berebut juara secara keseluruhan masih ada. Tetapi kami tak mungkin lagi kehilangan angka. Mark mengerti, ia anggota tim. Posisi dua dan tiga adalah hasil yang bagus.''

Horner menambahkan bahwa Webber bebas mengejar kemenangan di grand prix-grand prix selanjutnya.

''Ia berada di posisi terdepan, ia mempunyai kesempatan untuk memenangkan lomba,'' tambahnya.

''Tapi ini bukan harinya. Kami buka semua kesempatan, tetapi dari sudut pandang tim, saya telah jelaskan kepada semua yang terlibat di Red Bull, yang penting adalah angka untuk konstruksi mobil.''

''Kami berhasil dengan Sebastian memperlebar selisih angkanya di puncak kalsemen, Mark berhasil naik posisinya ke posisi dua dan perolehan angka tim untuk kompetisi konstruksi mobil juga menjauh dari saingan.''

Ketika ditanya bagaimana ia akan menangani persoalan kalau Mark mengabaikan perintah tim, Horner menjawab: ''Saya akan berbicara dari hati ke hati.''

Presiden British British Racing Drivers' Club, Damon Hill yang menjadi pengelola Silverton, tempat lomba digelar mengatakan kepada BBC: "Kalau seorang pembalap diminta untuk tidak mendahului, itu betul-betul persoalan serius bagi seorang pembalap.''