Komite Etik FIFA selidiki 16 pejabat Karibia

Sumber gambar, Getty
FIFA telah meminta komite etik untuk menyelidiki 16 pemimpin sepakbola Karibia dalam kasus skandal suap yang melibatkan mantan kandidat presiden Mohamed bin Hammam.
Pejabat senior menduga mereka mendapat uang suap untuk mendukung Bin Hammam dalam pemilihan presiden FIFA.
Mereka juga dituduh membantah melakukan upaya percobaan korupsi kepada penyelidik.
Bin Hammam dinyatakan bersalah karena membeli suara pada bulan lalu, tetapi mengajukan banding atas putusan tersebut.
Badan sepakbola menyebutkan para tersangka termasuk Colin Klass dari Guyana, sekutu mantan pejabat organisasi sepakbola Karibia Jack Warner.
Klass dilarang terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan sepakbola oleh Komite Etik FIFA, setelah dilakukan pertimbangan terhadap informasi spesifik yang berkaitan dengan kasus penyuapan itu.
Nama lain yang berada dalam daftar untuk diselidiki adalah Mark Bob Forde dari Barbados, dan Yves Jean-Bart, Kepala Federasi Sepakbola Haiti.
16 pejabat dari 11 negara yang berbeda, akan dimintai keterangan oleh tim yang terdiri dari mantan direktur FBI Louis Freeh dan FIFA.
Penyelidikan baru itu dilakukan sehari setelah FIFA menangani kasus larangan seumur hidup bagi enam wasit internasional dari Hungaria dan Bosnia, setelah mereka dinyatakan bersalah dalam kasus suap di pertandingan.
Wartawan BBC Imogen Foulkes mengatakan pengumuman Kamis ini akan menjadi pukulan bagi sepakbola Karibia, terutama dalam persiapan kualifikasi Piala Dunia dalam beberapa bulan mendatang.
Dalam pemilihan presiden FIFA Juni lalu, Sepp Blatter kembali terpilih setelah dilakukan pemungutan suara untuk memilih kandidat tunggal.
Asosiasi sepakbola Inggris dan Skotlandia meminta pemungutan suara ditunda, tetapi usulan itu tidak mendapatkan dukungan.
Blatter berjanji untuk membawa FIFA kembali ke jalur yang benar dan transparan.



























