FIFA kejar Karibia mengenai Bin Hammam

bin hammam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Mohamed Bin Hammam dikenai hukuman skors seumur hidup karena menyuap

FIFA memberi kesempatan bagi pejabat sepak bola Karibia 2x24 jam untuk menjelaskan keterlibatan mereka dalam pertemuan dengan bekas bakal calon presiden FIFA Mohamed Bin Hammam.

Badan tertinggi sepak bola itu menekankan setiap orang yang mempunyai informasi namun enggan bekerjasama dengan penyelidikan korupsi yang mereka lakukan akan menghadapi sanksi.

Kemungkinan sanksi itu bisa berupa skors seumur hidup seperti yang dijatuhkan untuk Bin Hammam.

Ia dinyatakan bersalah melakukan pembelian suara pejabat badan sepakbola Karibia (CFU) dalam upayanya menjadi presiden FIFA.

Warga Qatar tersebut menyatakan banding atas putusan yang menyebut ditemukan bukti tak terbantahkan akan adanya suap untuk membeli dukungan bagi Hammam.

'Ditawari uang'

''FIFA telah mengirim surat pada tanggal 25 Juli kepada semua yang terlibat dengan CFU, baik itu presiden maupun anggota, mengenai pertemuan tanggal 10 dan 11 Mei di Trinidad dan Tobago. Semua informasi harus disampaikan dalam waktu 48 jam,'' tulis FIFA di situsnya.

Kuba merupakan satu-satunya dari 25 anggota CFU yang tidak hadir dalam pertemuan saat Bin Hammam menyatakan keinginannya untuk mencalonkan diri menjadi presiden.

Sembilan dari anggota CFU mengatakan kepada penyelidik bahwa mereka menerima atau ditawari hadiah uang. Lima belas lainnya menolak mengakui menerima uang atau menolak bertemu dengan para penyelidik.

Bin Hammam, mantan bos sepakbola Asia, AFC, merupakan pejabat sepakbola senior tertinggi yang pernah di skors dalam 107 tahun sejarah FIFA. Namun pria berusia 62 tahun itu mengatakan kepada BBC, ''Saya tegaskan - saya tidak pernah membeli suara dalam hidup saya.''

Ia sekarang akan membawa kasusnya ke pengadilan olahraga internasional di Swiss.