Hamilton mengaku bersalah dan minta maaf

Lewis Hamilton
Keterangan gambar, Pembalap McLaren, Lewis Hamilton, meminta maaf lewat pesan di Twitter.

Lewis Hamilton meminta maaf kepada Tim McLaren dan mengaku bersalah atas tabrakan dengan pembalap Tim Sauber, Kamui Kobayshi, di Grand Prix Belgia.

"Setelah menyaksikan rekaman ulang, saya menyadari bahwa itu kesalahan saya. Saya tidak memberi Kobayashi cukup ruang karena saya pikir saya sudah melewatinya," kata Hamilton lewat Tweeter.

"Saya minta maaf kepada Kamui dan juga tim saya. Tim berhak mendapatkan yang lebih baik dari saya."

Akibat tabrakan itu Hamilton tak bisa melanjutkan balapan.

Tak lama setelah tabrakan, Hamilton mengatakan dia tidak bisa dituding bersalah dalam kecelakaan tersebut, namun kemudian mengubah pendapatnya lewat Tweeter.

Tim pengawas pertandingan -yang antara lain terdiri dari juara F1 1992 Nigel Mansel- sudah memutuskan insiden itu tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut.

Kesalahan komunikasi

Sementara itu pembalap McLaren lainnya, Jenson Button -yang memulai balapan pada posisi 13- akhirnya berhasil merebut juara tiga.

Saat babak kualifikasi Sabtu, 27 Agustus, Button menuding kesalahan komunikasi yang membuat dia hanya mampu meraih posisi start 13.

Saat kualifikasi Button memilih untuk mendinginkan ban tanpa menyadari bahwa dia tidak punya waktu lagi untuk putara kualifikasi pada babak kedua.

"Kesalahpahaman dalam kualifikasi menyebabkan kami kehilangan angka banyak. Jika kami bisa menghentikan kesalahan kecil sepeti ini maka kami akan memenangkan balapan," tuturnya.

Bos McLaren, Martin Whitsmarsh, mengakui bahwa babak kualifikasi Button yang buruk yang mungkin membuat dia tidak bisa meraih juara.

"Jenson adalah pembalap terbaik hari itu. Jika kami menempatkan dia di depan, dia bisa dan juga seharusnya maka dia akan menjadi penantang juara," kata Martin Whitsmarsh.

Grand Prix Belgia direbut oleh Sebastian Vettel dari Tim Red Bull dan diikuti oleh pembalap satu tim, Mark Webber.