Picu Ketegangan! Kylian Mbappe Mengajukan Gugatan Terhadap PSG, Ternyata Gara-gara ini
Setelah menghadapi konflik yang berkepanjangan, Kylian Mbappe mengambil langkah hukum terhadap PSG.

Kylian Mbappe kembali memicu ketegangan dengan mantan klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), melalui langkah hukum. Pemain bintang Real Madrid ini telah resmi mengajukan gugatan terhadap PSG dengan tuduhan 'pelecehan moral', yang telah dikonfirmasi oleh kantor kejaksaan Paris pada hari Kamis (27-6-2025). Dalam gugatan tersebut, Mbappe mengklaim bahwa PSG masih memiliki utang sebesar 55 juta euro yang merupakan gaji yang belum dibayarkan. Selain itu, ia juga menyoroti perlakuan yang diterimanya saat dibekukan dari skuad utama menjelang musim 2023/24, setelah menyatakan keengganannya untuk memperpanjang kontrak.
Dalam laporannya, Mbappe mengungkapkan bahwa ia merasa menjadi korban dari praktik 'lofting' di PSG. Istilah ini umum digunakan di Prancis untuk menggambarkan tindakan mengisolasi atau mencoret seorang pemain dari tim utama karena berbagai alasan, baik itu teknis, administratif, maupun disipliner.
Situasi ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara Mbappe dan PSG, yang semakin memanas setelah keputusan Mbappe untuk tidak memperpanjang kontraknya. Dengan langkah hukum ini, Mbappe berupaya untuk mendapatkan keadilan atas perlakuan yang diterimanya selama berkarier di klub tersebut.
Ketegangan Sejak Musim Panas 2023

Ketegangan antara Kylian Mbappé dan Paris Saint-Germain (PSG) sudah terlihat sejak musim panas 2023. Pada saat itu, penyerang yang membela Timnas Prancis ini mengejutkan manajemen klub dengan keputusan yang kontroversial: ia menolak untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak hingga tahun 2025. Keputusan ini menempatkan PSG dalam posisi sulit; mereka harus memilih antara menjual bintangnya saat itu atau berisiko kehilangan Mbappé secara gratis setahun kemudian.
Menanggapi situasi ini, PSG mengambil tindakan tegas. Mbappé dicoret dari tur pramusim yang diadakan di Jepang dan Korea Selatan, serta diminta untuk berlatih terpisah dari skuad utama. Klub juga sempat mengambil langkah ekstrim dengan membekukannya dari laga pembuka Ligue 1 musim 2023/24. Namun, setelah melalui beberapa pembicaraan internal, Mbappé akhirnya diizinkan untuk kembali bergabung dengan tim utama.
Luka yang Terlanjur Terbuka

Namun, luka yang ada sudah terlanjur terbuka. Hubungan antara Mbappe dan PSG semakin memburuk, bahkan mendapat cemoohan dari sebagian suporter pada pertandingan terakhirnya di Parc des Princes. Dua tahun yang lalu, PSG telah mengikatnya dengan kontrak termahal dalam sejarah klub. Saat peresmian pada tahun 2022, Mbappe diperkenalkan sambil memegang jersey dengan tulisan '2025', yang menimbulkan anggapan bahwa ia terikat hingga tahun tersebut. Namun, kenyataannya kontrak itu hanya berlaku sampai tahun 2024, dengan opsi perpanjangan satu tahun yang hanya bisa diaktifkan oleh Mbappe sendiri.
Ketidakpuasan yang dirasakan Mbappe juga disebabkan oleh janji-janji manajemen yang menurutnya tidak ditepati. Ia merasa bahwa sejumlah komitmen untuk mendatangkan pemain-pemain kunci tidak terealisasi, yang akhirnya menimbulkan frustrasi dalam dirinya. Sebagai pemain bintang, harapan Mbappe untuk melihat timnya berkompetisi di level tertinggi tidak terwujud, dan hal ini semakin memperburuk situasi antara dirinya dan klub. Dengan kondisi yang semakin rumit, masa depan Mbappe di PSG semakin tidak pasti.
Masa Lalu

Puncaknya terjadi ketika ia menolak tawaran menggiurkan dari klub Arab Saudi, Al Hilal, yang bernilai 300 juta euro. Keputusan tersebut membuat PSG semakin terjepit secara finansial karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kompensasi dari penjualannya.
Setelah resmi bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024 tanpa biaya transfer, Mbappe, yang telah mencetak 256 gol selama tujuh tahun berkarier di PSG, tidak serta-merta melupakan masa lalunya. Pada bulan April lalu, tim hukum Mbappe mengumumkan bahwa mereka akan mengambil langkah hukum terkait perlakuan tidak adil yang diterimanya dari PSG. Gugatan resmi yang diajukan kini menjadi bagian terbaru dari drama panjang antara pemain dan klub yang pernah menjadikannya sebagai ikon utama.
Sumber: ESPN





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482946/original/054584800_1769303572-bantuan_logistik_di_Cisarua_KBB.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482945/original/014554700_1769302563-KPK_geledah_kantor_koperasi_terkait_kasus_Bupati_Pati_Sudewo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4255388/original/099094100_1670573986-20221209-Cuaca-Ekstrem-Faizal-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482941/original/040039000_1769300522-Angin_kencang_merusak_sejumlah_lapak_pedagang_di_Sukabumi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4909346/original/009920900_1722820620-lulalahfah_1722515281_3425028883076168366_199618161.jpg)


















