Anak Pasangan Aktor Hollywood Ini Ditangkap Karena Demo Bela Palestina
Puluhan pengunjuk rasa pro-Palestina ditangkap pada Rabu di Universitas Columbia, Amerika Serikat.

Putri dari pasangan aktor Hollywood, Maggie Gyllenhaal dan Peter Sarsgaard termasuk di antara mereka yang ditangkap selama demo pro-Palestina terbaru di Universitas Columbia.
Peter Sarsgaard dan Maggie Gyllenhaal merupakan aktor asal Amerika Serikat. Sarsgaard pernah membintangi sejumlah film seperti The Batman, Dead Man Walking, Loving Pablo, dan lainnya. Sedangkan Maggie Gyllenhaal pernah membintangi sejumlah film di antaranya Donnie Darko, The Dark Knight, dan White House Down.
Dikutip dari Quds News Network, puluhan pengunjuk rasa pro-Palestina ditangkap pada Rabu di Universitas Columbia, Amerika Serikat, saat menggelar salah satu demonstrasi terbesar di universitas tersebut, yang menentang hubungan universitas tersebut dengan Israel dan mengutuk genosida yang sedang berlangsung di Gaza.
Pada Jumat, New York Post melaporkan Ramona Sarsgaard (18), seorang mahasiswa baru Columbia, termasuk di antara mereka yang ditangkap. Menurut laporan tersebut yang mengutip sejumlah sumber yang mengetahui masalah ini, Ramona Sarsgaard diberi surat tilang karena masuk tanpa izin. Universitas tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang laporan New York Post.
Video dan foto di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Mogok untuk Gaza” dan “Zona Terbebaskan” di bawah lampu gantung Ruang Baca Lawrence A. Wein di Perpustakaan Butler. Para demonstran berdiri di atas meja, meneriakkan yel-yel, menabuh genderang, dan membentangkan spanduk pro-Palestina di dalam perpustakaan utama universitas.
Kelompok mahasiswa pro-Palestina, Columbia University Apartheid Divest, mengatakan mereka menduduki perpustakaan tersebut untuk memprotes hubungan universitas dengan Israel. Kelompok tersebut kembali menyebarkan tuntutan mereka agar universitas tersebut mengakhiri investasi dana abadi senilai USD14,8 miliar kepada produsen senjata dan perusahaan lain yang mendukung pendudukan militer Israel di wilayah Palestina.
“Lebih dari 100 orang baru saja membanjiri Perpustakaan Butler dan mengganti namanya menjadi Universitas Populer Basel Al-Araj,” kata kelompok tersebut di Substack, merujuk pada aktivis dan penulis Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel pada tahun 2017.“
Serbuan tersebut menunjukkan bahwa selama Columbia mendanai dan mendapatkan keuntungan dari kekerasan imperialis, masyarakat akan terus memprotes keuntungan dan legitimasi Columbia. Penindasan melahirkan perlawanan – jika Columbia meningkatkan penindasan, masyarakat akan terus menambah kekacauan di kampus ini,” pungkas kelompok tersebut.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)























