Hasil Studi Ini Sebut Orang Indonesia Paling Bahagia di Dunia
Studi internasional terbaru menempatkan Indonesia sebagai negara paling bahagia, menantang asumsi tentang kebahagiaan di negara kaya.

Beberapa studi internasional terbaru menunjukkan hasil yang mengejutkan mengenai kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dalam kajian ini, Indonesia dinyatakan sebagai negara paling bahagia di dunia, mengalahkan negara-negara lain yang selama ini dianggap lebih sejahtera. Studi ini menantang asumsi umum bahwa negara-negara kaya di Skandinavia selalu menempati peringkat teratas dalam hal kebahagiaan.
Salah satu studi yang menarik perhatian adalah Studi Kesejahteraan Global (GFS), yang melibatkan lebih dari 200.000 orang dari 22 negara, termasuk Indonesia. Hasil dari studi ini menempatkan Indonesia di peringkat pertama dalam hal kesejahteraan. Studi ini menggunakan pendekatan multidimensi, mempertimbangkan berbagai faktor seperti kesehatan, kesejahteraan subyektif, makna hidup, karakter, hubungan, dan keamanan finansial.
Namun, hasil ini berbeda dengan Laporan Kebahagiaan Dunia (WHP) yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-83. Perbedaan ini menunjukkan bahwa ukuran kebahagiaan konvensional mungkin mengabaikan dimensi penting kesejahteraan manusia. Studi GFS dirancang untuk diulang setiap tahun dengan responden yang sama, memungkinkan pelacakan perubahan kesejahteraan dari waktu ke waktu.
Studi Kemakmuran Global (Global Flourishing Study - GFS) dari Universitas Harvard juga menyoroti posisi Indonesia. Dengan melibatkan lebih dari 200.000 orang dari 22 negara, studi ini menggunakan tujuh variabel sebagai indikator 'kemajuan' atau 'kemakmuran', yaitu kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, karakter, hubungan, keamanan finansial, dan kesejahteraan spiritual. Indonesia menempati peringkat pertama, disusul negara zionis Israel, Filipina, dan Meksiko.
Temuan ini menunjukkan 'kemajuan' bersifat multidimensi. Negara-negara kaya, meskipun memiliki keamanan finansial yang tinggi, seringkali kurang dalam hal makna hidup, hubungan sosial, dan karakter pro-sosial. Hal ini menjadi perhatian, terutama terkait kesejahteraan generasi muda di banyak negara.
Perbandingan dengan Laporan Kebahagiaan Dunia
Berbeda dengan studi GFS, Laporan Kebahagiaan Dunia (WHP) menggunakan indikator yang lebih konvensional. Dalam laporan ini, negara-negara Skandinavia mendominasi, dengan Finlandia kembali menjadi negara paling bahagia di dunia untuk kedelapan kalinya. Indonesia, menurut WHP 2025, berada di peringkat ke-83, posisi yang kurang memuaskan dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura dan Vietnam.
Keenam faktor utama yang dipertimbangkan dalam laporan ini meliputi PDB per kapita, harapan hidup sehat, dukungan sosial, kebebasan pribadi, kemurahan hati, dan persepsi korupsi. Keberhasilan Finlandia dalam menempati peringkat teratas menunjukkan pentingnya sistem kesehatan, pendidikan, dan dukungan sosial yang merata dan berkualitas tinggi, serta rendahnya tingkat ketimpangan kesejahteraan.
Sementara itu, survei Ipsos terbaru mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki tingkat kebahagiaan yang tinggi dibandingkan negara tetangga. Dalam survei ini, 82 persen masyarakat Indonesia melaporkan bahwa mereka merasa bahagia, menempatkan Indonesia di posisi ketiga di antara 30 negara yang disurvei, di bawah India (88 persen) dan Belanda (86 persen). Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi, melampaui Thailand (79 persen), Malaysia (77 persen), dan Singapura (74 persen).
Angka-angka ini menunjukkan bahwa persepsi kebahagiaan di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain di Asia Tenggara. Namun, perlu dicatat bahwa survei ini mengukur kebahagiaan berdasarkan persepsi subjektif responden, yang dapat dipengaruhi oleh faktor budaya, ekspektasi sosial, dan konteks lokal. Budaya di Indonesia yang menekankan harmoni sosial dan optimisme mungkin berkontribusi pada tingginya angka kebahagiaan yang dilaporkan, meskipun tantangan seperti ketimpangan ekonomi atau masalah infrastruktur masih ada.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484783/original/018265600_1769484757-1000162338.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478865/original/037928200_1768955017-PHOTO-2026-01-20-18-28-26.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485784/original/043769200_1769555839-Penjahit_pakaian_pribadi_Presiden_Prabowo_Subianto__Yasbun_membentuk_Satgasus_Garuda.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485783/original/064747100_1769555426-Aksi_sopir_angkutan_sampah_di_kantor_Wali_Kota_Bengkulu.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485778/original/023618300_1769553619-Kapolres_Metro_Depok_Kombes_Abdul_Waras_memberikan_sepeda_motor_kepada_penjual_es_kue_jadul_Sudrajat.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485777/original/055743200_1769552699-KPK_geledah_rumah_Ketua_PBSI_Madiun.jpeg)























