7 Kesalahan Umum Saat Mengusir Ular Sawah dari Rumah
Banyak orang masih melakukan kesalahan dalam menangani ular sawah akibat mitos yang keliru.

Kehadiran ular sawah di lingkungan pemukiman sering kali menimbulkan ketakutan dan reaksi yang kurang tepat dari masyarakat.
Banyak orang masih melakukan kesalahan dalam mengusir ular sawah, terpengaruh oleh mitos atau informasi yang tidak benar.
Penanganan yang salah tidak hanya sia-sia, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
Beberapa kesalahan umum yang terjadi saat mengusir ular sawah termasuk penggunaan metode tradisional yang tidak efektif, seperti menaburkan garam atau menggunakan bahan kimia berbahaya.
Pendekatan yang tidak tepat ini tidak hanya menghabiskan waktu dan tenaga, tetapi juga dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan penghuni rumah.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa meskipun ular sawah sering ditemukan di area persawahan, penanganan yang tepat sangat diperlukan.
Memahami cara yang benar untuk menghadapi kehadiran ular sawah adalah hal yang sangat penting demi keamanan bersama.
Mengutip Liputan6, Selasa (23/12), telah mengulas berbagai kesalahan yang harus dihindari saat mengusir ular sawah, serta memberikan solusi yang aman dan efektif.
Dengan informasi ini, Anda dapat menangani masalah tersebut tanpa membahayakan diri sendiri atau lingkungan sekitar.
Selain itu, hal ini juga dapat mencegah terjadinya kesalahan yang sama saat mengusir ular sawah di masa yang akan datang.
Dengan pendekatan yang tepat, kehadiran ular sawah dapat dikelola dengan lebih baik, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua.
Salah kaprah mengenai cara mengusir ular sawah

Penggunaan Garam yang Tidak Efektif
Kepercayaan umum di masyarakat bahwa garam bisa digunakan untuk mengusir ular adalah sebuah mitos yang tidak memiliki dasar ilmiah. Meskipun garam efektif untuk hewan yang memiliki tubuh berlendir seperti siput atau lintah karena dapat menyebabkan dehidrasi melalui proses osmosis, ular berbeda.
Ular memiliki sisik yang keras dan kering, sehingga mereka tidak terpengaruh oleh garam yang ditaburkan di sekitarnya; bahkan penelitian menunjukkan bahwa ular tidak akan menghindari area yang terdapat garam.
Praktik menaburkan garam ini dapat mengakibatkan kerusakan pada tanah dan tanaman di sekitarnya. Konsentrasi garam yang tinggi dapat membuat tanah kehilangan kesuburan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Oleh karena itu, sebaiknya metode ini dihindari dan digantikan dengan cara yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Bahaya Bahan Kimia dan Racun
Penggunaan racun, bensin, atau bahan kimia berbahaya lainnya untuk mengusir ular sangat berisiko dan tidak disarankan.
Zat-zat ini dapat mencemari tanah, air, dan udara di sekitar rumah, serta berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan hewan peliharaan yang tidak bersalah.
Selain itu, bahan kimia berbahaya dapat meracuni sumber air tanah yang digunakan untuk keperluan sehari-hari, dengan dampak jangka panjang yang dapat memicu berbagai penyakit serius.
Oleh karena itu, penggunaan bahan kimia dalam upaya mengusir ular harus dihindari demi keselamatan lingkungan dan kesehatan semua penghuni rumah.
Tindakan berbahaya sebaiknya dihindari

Menangkap Ular Secara Langsung
Memegang atau menangkap ular dengan tangan kosong merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan sering kali menjadi kesalahan saat mengusir ular sawah yang dapat berakibat fatal.
Banyak jenis ular sulit dibedakan antara yang berbisa dan tidak, terutama bagi orang yang tidak berpengalaman; kesalahan dalam mengidentifikasi dapat berakibat fatal jika ular tersebut ternyata berbisa.
Bahkan ular yang tidak berbisa pun dapat menggigit dan menyebabkan luka serius serta berisiko terjadinya infeksi bakteri yang berbahaya. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mencoba menangkap ular tanpa pelatihan yang tepat dan peralatan yang memadai.
Jika Anda menemukan ular di dalam rumah, sebaiknya serahkan penanganannya kepada profesional, terutama jika ular tersebut termasuk jenis berbisa, karena dapat membahayakan keselamatan penghuni rumah. Ini adalah salah satu kesalahan saat mengusir ular sawah yang sebaiknya dihindari.
- Jaga jarak yang aman dari ular dan hindari melakukan gerakan mendadak atau mengeluarkan suara keras.
- Perlahan mundurlah dan tinggalkan area tersebut untuk menghindari konfrontasi dengan ular.
- Segera hubungi petugas pemadam kebakaran atau ahli ular untuk penanganan yang lebih profesional.
- Pastikan anak-anak dan hewan peliharaan menjauh dari lokasi tersebut demi keselamatan mereka.
Membakar Area atau Sampah
Membakar tumpukan sampah atau semak-semak dengan harapan dapat mengusir ular hanya memberikan efek sementara dan tidak efektif dalam jangka panjang.
Selain itu, tindakan pembakaran dapat menyebabkan polusi udara yang serius serta menimbulkan risiko kebakaran yang tidak terkendali. Asap yang dihasilkan juga berbahaya bagi kesehatan pernapasan manusia dan hewan.
Selain itu, pembakaran dapat merusak ekosistem tanah dan membunuh berbagai organisme bermanfaat lainnya.
Metode ini tidak menyelesaikan masalah utama, yaitu faktor-faktor yang menarik ular untuk datang ke area tersebut, seperti keberadaan sumber makanan atau tempat persembunyian yang ideal.
Cara Efektif

Mengurangi Sumber Makanan Ular
Ular biasanya memasuki area pemukiman untuk mencari makanan, yang meliputi tikus, katak, burung, dan ikan. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah kedatangan ular adalah dengan mengurangi populasi hewan-hewan tersebut di sekitar rumah.
Pastikan untuk menjaga kebersihan area rumah dari sisa makanan yang dapat mengundang tikus, yang merupakan salah satu mangsa utama ular. Segera tutup semua celah yang memungkinkan tikus bersarang dan perbaiki bagian rumah yang rusak.
Selain itu, kurangi genangan air yang dapat menarik katak serta serangga, yang juga menjadi sumber makanan ular. Dengan menghilangkan sumber makanan ini, ular akan mencari tempat lain untuk berburu, sehingga menghindari kesalahan saat mengusir ular sawah yang tidak efektif.
- Simak makanan dalam wadah tertutup dan bersihkan sisa makanan secara rutin.
- Perbaiki celah di dinding dan lantai rumah untuk mencegah masuknya hama.
- Hilangkan genangan air di sekitar rumah yang dapat menarik mangsa ular.
- Potong rumput dan semak-semak secara berkala untuk mengurangi tempat persembunyian mangsa ular.
Menggunakan Aroma Alami yang Kuat
Ular memiliki indra penciuman yang sangat sensitif dan cenderung tidak menyukai aroma tertentu.
Bahan-bahan seperti belerang, cuka putih, minyak kayu putih, minyak cengkeh, minyak kayu manis, bawang putih, bawang bombay, serai, atau parfum dengan aroma yang kuat dapat digunakan untuk mengusir ular.
Aroma menyengat dari bawang putih dan bawang bombay, misalnya, dapat mengganggu penciuman ular karena kandungan asam sulfonat yang terdapat di dalamnya.
Metode ini lebih aman karena memanfaatkan bahan alami yang tidak berbahaya bagi manusia atau lingkungan. Bahan-bahan ini dapat diletakkan dalam wadah kecil di area yang sering dilalui ular atau disemprotkan secara berkala. Namun, perlu dicatat bahwa efektivitasnya terbatas dan harus diulang secara berkala agar aromanya tetap kuat dan efektif.
Pencegahan yang dilakukan dalam jangka panjang

Menjaga Kebersihan Lingkungan
Kebersihan lingkungan merupakan faktor penting dalam mencegah ular mendekati area pemukiman. Ular cenderung mencari tempat yang gelap dan lembab sebagai tempat persembunyian yang ideal.
Oleh karena itu, penting untuk menghilangkan tumpukan kayu, batu, atau barang bekas yang tidak terpakai di sekitar rumah guna mengurangi potensi sarang ular. Selain itu, rutin memangkas semak-semak dan rumput liar juga diperlukan agar tidak menjadi tempat yang nyaman bagi ular untuk bersembunyi.
Pastikan drainase air berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan yang dapat menarik berbagai hewan kecil, termasuk mangsa ular. Ini semua merupakan langkah penting untuk menghindari kesalahan saat mengusir ular sawah secara berulang.
- Lakukan pembersihan gudang dan ruang penyimpanan secara teratur untuk menghilangkan tempat persembunyian.
- Singkirkan tumpukan barang-barang yang tidak terpakai di sekitar rumah.
- Potong rumput dan semak-semak setiap dua minggu agar tidak tumbuh terlalu lebat.
- Perbaiki sistem drainase yang tersumbat untuk mencegah terjadinya genangan air.
- Tutup celah di bawah rumah atau bangunan yang berpotensi menjadi akses masuk ular.
Membangun Pelindung Fisik
Pagar beton atau kawat dengan jaring yang rapat dapat berfungsi sebagai penghalang fisik yang efektif untuk mencegah ular masuk ke area rumah.
Pagar tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga menciptakan rintangan yang tidak bisa dilewati atau dipanjat oleh ular. Pastikan pagar tertanam cukup dalam ke dalam tanah, minimal 10-30 cm, karena beberapa jenis ular memiliki kemampuan untuk menggali.
Disarankan agar tinggi pagar minimal 70 cm di atas tanah, dengan tinggi ideal antara 90 cm hingga 122 cm untuk perlindungan yang optimal. Permukaan pagar sebaiknya dibuat licin atau dimiringkan sekitar 25-30 derajat ke arah luar untuk menyulitkan ular dalam memanjat. Selain itu, pasang penutup pada lubang ventilasi dan saluran air untuk mencegah ular masuk melalui celah-celah kecil yang ada.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481371/original/037143900_1769091608-Presiden_Prabowo_Subianto_di_WEF-3.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481376/original/075507400_1769092696-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_21.15.44.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212278/original/085926800_1746607936-Inter_Milan_vs_Barcelona-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478810/original/094393800_1768927580-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)




















