Penyebab Sekring Motor Sering Putus, Cek Komponen Ini
Temukan penyebab sekring motor sering putus dan cara mengatasinya agar sistem kelistrikan tetap aman.

Sekring atau fuse merupakan salah satu elemen kecil dalam sistem kelistrikan sepeda motor, namun memiliki peran yang sangat penting. Fungsinya sebagai pelindung utama dari kemungkinan korsleting yang bisa merusak sistem kelistrikan dan bahkan menyebabkan kebakaran. Sayangnya, banyak pengendara yang menghadapi masalah sekring motor yang sering putus tanpa mengetahui penyebab dan solusinya.
Untuk menghindari risiko yang lebih serius, sangat penting bagi Anda untuk memahami fungsi dasar, berbagai jenis sekring, serta kesalahan umum yang sering terjadi saat mengganti sekring. Dalam artikel ini, Anda akan menemukan penjelasan yang mendetail beserta tips perawatan agar sistem kelistrikan motor tetap aman dan berfungsi dengan baik.
Fungsi Utama Sekring dalam Sistem Kelistrikan Sepeda Motor
Sekring berfungsi untuk memutus aliran listrik secara otomatis ketika terjadi masalah. Komponen ini berperan sebagai pelindung sistem kelistrikan pada sepeda motor, dengan cara menghentikan arus jika terjadi korsleting atau beban listrik yang berlebihan.
Penyebab Umum Sekring Motor Sering Putus
Ada beberapa faktor yang menyebabkan korsleting yang sering mengakibatkan sekring putus, di antaranya adalah kabel yang terkelupas sehingga kawatnya bersentuhan dengan rangka, serta komponen listrik yang terkena air. Ketika korsleting terjadi, sekring akan putus dan mengakibatkan komponen listrik tidak dapat berfungsi.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa sekring pada motor sering mengalami putus:
- Korsleting (Hubungan Pendek): Ketika kabel positif dan negatif bersentuhan, arus pendek yang tinggi akan terjadi.
- Kelebihan Beban Listrik: Penambahan aksesori yang memerlukan daya tinggi dapat memberikan beban berlebih pada sistem kelistrikan.
- Kapasitas Sekring yang Tidak Tepat: Penggunaan sekring dengan kapasitas ampere yang terlalu rendah dapat menyebabkan sekring cepat putus.
- Kualitas Sekring yang Rendah: Sekring yang murah atau tidak asli mungkin memiliki kualitas yang buruk dan mudah putus.
- Kerusakan pada Komponen Listrik: Kerusakan pada komponen listrik dapat menyebabkan beban listrik menjadi berlebihan.
- Risiko Penggunaan Sekring dengan Kapasitas yang Tidak Sesuai
Risiko Menggunakan Sekring dengan Kapasitas yang Tidak Sesuai
Salah satu kesalahan yang paling serius adalah mengganti sekring dengan kapasitas ampere yang lebih tinggi dari yang ditentukan. Dalam beberapa situasi, korsleting dapat mengakibatkan komponen kelistrikan motor terbakar karena sekring tidak berfungsi dengan baik.
Hal ini sering kali terjadi ketika sekring 10A diganti dengan sekring 15A atau yang lebih tinggi, sehingga sistem kehilangan perlindungan yang seharusnya. Pastikan untuk selalu menggunakan sekring dengan kapasitas yang tepat agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Kenali Dua Jenis Sekring yang Digunakan pada Sepeda Motor
Sepeda motor memiliki dua jenis sekring utama, yaitu sekring tabung (tube fuse) dan sekring tancap (fuse blade). Sekring tabung biasanya ditemukan pada kendaraan yang lebih tua, dan memungkinkan Anda untuk dengan mudah memeriksa kondisi kawat pengaman karena terbuat dari tabung kaca transparan.
Di sisi lain, sekring tancap lebih umum digunakan pada kendaraan modern, dan perlu dicabut dari tempatnya untuk memeriksa apakah masih berfungsi. Mengetahui perbedaan ini akan memudahkan Anda dalam memilih sekring yang sesuai untuk sepeda motor Anda.
Warna Sekring Tancap dan Kapasitasnya yang Harus Anda Ketahui
Setiap warna sekring yang digunakan menunjukkan kapasitas ampere yang berbeda-beda, sehingga sangat penting untuk memilih dengan tepat. Berikut adalah panduan warna:
- Oranye – 5A
- Merah – 10A
- Biru – 15A
- Kuning – 20A
- Bening atau Ungu – 25A
- Hijau – 30A
Dengan mengetahui kode warna ini, Anda dapat mengganti sekring dengan kapasitas yang tepat untuk menjaga keamanan sistem kelistrikan.
Dampak Penggunaan Sekring Tidak Sesuai pada Sepeda Motor Anda
Memakai sekring yang tidak sesuai dengan spesifikasi dapat menimbulkan konsekuensi serius. Penggunaan sekring baru dengan kapasitas yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan dapat meningkatkan risiko kerusakan pada sistem kelistrikan dan juga meningkatkan kemungkinan kebakaran jika terjadi korsleting.
Tips Pemeriksaan dan Perawatan Kelistrikan Motor agar Sekring Tidak Mudah Putus
Pemeriksaan secara rutin merupakan langkah pencegahan yang paling efektif. Para pemilik sepeda motor disarankan untuk melaksanakan pemeriksaan dan perawatan secara berkala, tidak hanya pada mesin tetapi juga pada sistem kelistrikan.
Berikut adalah beberapa saran untuk menjaga agar sistem kelistrikan tetap dalam kondisi optimal:
- Secara teratur periksa kondisi kabel dan ganti jika diperlukan.
- Pilih sekring berkualitas tinggi yang sesuai dengan spesifikasi motor Anda.
- Jangan menambahkan aksesoris yang dapat membebani sistem kelistrikan.
- Usahakan untuk melindungi sistem kelistrikan dari air dan kelembapan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)










