2.000 Anak Putus Sekolah di Tulungagung
Menurut informasi terkini, sekitar dua ribu anak di daerah ini tidak melanjutkan pendidikan formal, sebagian besar berasal dari jenjang SMP dan SMA.

Di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terdapat sekitar 2.000 anak yang terpaksa putus sekolah, terutama di tingkat SMP dan SMA. Untuk mengatasi masalah anak putus sekolah ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung mengambil langkah nyata dengan membentuk tim khusus (timsus) yang fokus pada penanganan anak putus sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Tulungagung, Rahadian Puspita Bintara, menegaskan bahwa penanganan masalah ini menjadi prioritas utama, terutama karena pemerintah pusat telah meluncurkan program wajib belajar selama 13 tahun. Tim yang dibentuk memiliki tugas untuk menjangkau siswa yang putus sekolah dan menawarkan mereka jalur pendidikan alternatif.
"Anak-anak yang putus sekolah kami dorong mengikuti program kejar paket melalui PKBM. Sistem belajarnya fleksibel, bisa disesuaikan dengan waktu mereka, termasuk bagi yang sudah bekerja," ungkap Rahadian di Tulungagung pada hari Jumat (3/5).
Data terbaru menunjukkan bahwa sekitar dua ribu anak di daerah ini tidak melanjutkan pendidikan formal, dengan mayoritas berasal dari jenjang SMP dan SMA.
Menurut Rahadian, penyebab utama tingginya angka putus sekolah adalah faktor ekonomi, di mana banyak anak yang lebih memilih untuk bekerja demi membantu keluarga. Selain itu, ada juga beberapa kasus kenakalan remaja, meskipun jumlahnya tergolong kecil.
Ciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif
Dalam rangka intervensi, Dinas Pendidikan telah menjalin komunikasi dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, dan pihak sekolah untuk memastikan setiap anak menerima dukungan yang diperlukan agar dapat kembali melanjutkan pendidikan mereka.
"Jika penyebabnya ekonomi, maka akan kami libatkan Dinas Sosial dan lembaga terkait untuk mencarikan solusi. Intinya, kami ingin memastikan tidak ada anak Tulungagung yang kehilangan haknya untuk belajar," ujarnya.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah dan memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan semua anak dapat mengakses pendidikan yang layak, tanpa terkendala oleh masalah ekonomi atau faktor lainnya. Dengan demikian, Dinas Pendidikan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung semua anak tanpa terkecuali.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)
















