Anggaran Pelatihan Keterampilan Temanggung Dipangkas, Namun Program Tetap Berjalan
Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Temanggung tetap melanjutkan program pelatihan keterampilan meskipun anggaran DBHCHT berkurang, dengan tambahan dana dari APBN untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kompetensi warga.

Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Instansi ini mengalokasikan anggaran signifikan untuk program pelatihan keterampilan yang berfokus pada peningkatan kompetensi dan produktivitas masyarakat. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja dan kewirausahaan bagi warga Temanggung.
Pada tahun ini, Dinperinaker Temanggung menyiapkan dana sebesar Rp300 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Anggaran tersebut secara spesifik ditujukan untuk membiayai enam paket program pelatihan yang dirancang sesuai kebutuhan pasar kerja lokal. Program-program ini mencakup berbagai sektor, mulai dari industri hingga pertanian.
Meskipun terjadi penyesuaian anggaran dibandingkan tahun sebelumnya, semangat Pemkab Temanggung untuk memberdayakan warganya tidak surut. Upaya ini bahkan diperkuat dengan adanya tambahan alokasi dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kombinasi pendanaan ini memastikan bahwa program pelatihan dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak peserta.
Jenis Pelatihan Keterampilan dan Prioritas Daerah
Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptiningsih, menjelaskan secara rinci jenis-jenis pelatihan yang akan dilaksanakan. Anggaran Rp300 juta dari DBHCHT akan mendanai enam program utama, meliputi keterampilan las, kuliner, sablon, servis kendaraan bermotor, mebeler, dan pertanian hidroponik. Setiap program dirancang untuk membekali peserta dengan keahlian praktis yang relevan.
Pelatihan pertanian hidroponik menjadi salah satu fokus utama yang secara khusus dirancang untuk mendukung visi dan misi Bupati Temanggung. Ini menunjukkan bagaimana program pelatihan selaras dengan arah pembangunan daerah. Melalui pelatihan ini, diharapkan muncul inovator-inovator baru di sektor pertanian modern yang dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal.
Endang juga menambahkan bahwa empat paket pelatihan yang sebelumnya direncanakan tidak dapat dilaksanakan tahun ini menggunakan DBHCHT karena keterbatasan anggaran. Paket tersebut mencakup pelatihan kecantikan, menjahit, barista, dan bahasa untuk pemandu wisata. Namun, ia berharap program-program ini dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang dengan dukungan dana yang memadai.
Dinamika Anggaran dan Dukungan APBN
Anggaran program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas tahun ini mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Jumlah dana dari DBHCHT berkurang dari Rp600 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp300 juta pada tahun ini. Penurunan ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Dinperinaker dalam merancang program.
Penurunan anggaran ini disebabkan oleh prioritas penggunaan sebagian DBHCHT untuk pembangunan infrastruktur penting lainnya di daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan pagar keliling di lokasi pabrik rokok bersama UMKM, yang diharapkan dapat mendukung ekosistem industri lokal. Keputusan ini diambil untuk menyeimbangkan kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.
Meskipun ada penyesuaian dari DBHCHT, Dinperinaker Temanggung tidak berhenti berinovasi dalam penyediaan pelatihan keterampilan. Mereka berhasil memperoleh dukungan tambahan berupa lima paket pelatihan yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan total anggaran mencapai Rp392 juta. Ini merupakan bukti nyata kolaborasi antar tingkat pemerintahan untuk kemajuan daerah.
Paket pelatihan dari APBN mencakup program menjahit pakaian dewasa, perkantoran, las, servis sepeda motor, serta pembuatan roti dan kue. Keberadaan dana APBN ini sangat membantu dalam memperluas jangkauan dan jenis pelatihan yang ditawarkan. Dengan demikian, lebih banyak warga Temanggung dapat mengakses pendidikan vokasi yang relevan untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)




