BMKG Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Perairan Api-Api Penajam Paser Utara
BMKG akan memasang sistem Peringatan Dini Tsunami di perairan Desa Api-Api, Penajam Paser Utara, pada 2026, meningkatkan mitigasi bencana dan membantu nelayan.

BMKG Pasang Sistem Peringatan Dini Tsunami di Perairan Api-Api Penajam Paser Utara
Perairan Desa Api-Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, akan segera dilengkapi dengan sistem Peringatan Dini Tsunami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan wilayah ini sebagai lokasi pemasangan alat penting tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir yang rentan.
Pemasangan sistem Peringatan Dini Tsunami (TEWS) ini merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara kepada BMKG. Muhammad Sukadi Kuncoro, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, menjelaskan, "Pemerintah kabupaten mengusulkan pemasangan alat peringatan dini tsunami kepada BMKG." Ia menambahkan, "Usulan itu disampaikan pada 2024 dan pada 2025 dilakukan survei dilakukan survei lokasi."
Tidak hanya berfungsi sebagai peringatan dini tsunami, alat canggih ini juga dirancang untuk mengirimkan data gelombang air laut secara real-time. Informasi tersebut sangat bermanfaat bagi aktivitas nelayan setempat, memberikan mereka data akurat untuk keselamatan dan perencanaan kegiatan melaut. Rencana pemasangan dijadwalkan akan terlaksana pada tahun 2026.
Mitigasi Bencana dan Peran Peringatan Dini Tsunami Penajam Paser Utara
Kabupaten Penajam Paser Utara, dengan karakteristik geografis pesisirnya, memiliki potensi risiko bencana alam, termasuk tsunami. Oleh karena itu, keberadaan sistem Peringatan Dini Tsunami Penajam Paser Utara menjadi krusial untuk melindungi masyarakat. Pemasangan TEWS di Desa Api-Api adalah langkah proaktif dalam upaya mitigasi bencana yang komprehensif.
Muhammad Sukadi Kuncoro menjelaskan bahwa alat yang akan dipasang BMKG ini memiliki fungsi ganda yang strategis. Selain sebagai peringatan dini tsunami, sistem ini juga mampu memantau kondisi gelombang laut secara real-time. Data gelombang ini sangat berharga bagi nelayan untuk mengambil keputusan terkait keselamatan saat melaut, sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan.
Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam menjaga keselamatan warganya. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara secara aktif mengusulkan pemasangan alat ini kepada BMKG, yang kemudian ditindaklanjuti dengan survei dan penetapan lokasi. Kerjasama antar lembaga ini menjadi kunci keberhasilan upaya mitigasi bencana di daerah.
Desa Api-Api dipilih sebagai lokasi strategis pemasangan alat ini setelah melalui proses survei. Tim dari BMKG Pusat dan BMKG Balikpapan telah melakukan peninjauan sejumlah titik di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Muhammad Sukadi Kuncoro menyatakan, "BMKG telah menentukan dan menetapkan pesisir Desa Api-Api sebagai lokasi pemasangan pemasangan alat peringatan dini tsunami yang bakal dilakukan pada 2026."
Tahapan Implementasi dan Manfaat Luas bagi Masyarakat Pesisir
Proses implementasi sistem Peringatan Dini Tsunami Penajam Paser Utara ini telah melalui beberapa tahapan penting. Usulan awal disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara pada tahun 2024, menunjukkan kesadaran akan urgensi mitigasi bencana. Tahap selanjutnya adalah survei lokasi yang dilaksanakan pada tahun 2025 untuk menentukan titik paling efektif.
BMKG, sebagai lembaga yang berwenang, telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan serius dan profesional. Survei yang melibatkan tim ahli memastikan bahwa lokasi yang dipilih, yaitu pesisir Desa Api-Api, adalah yang paling optimal untuk jangkauan dan efektivitas sistem. Rencana pemasangan alat TEWS ini akan direalisasikan pada tahun 2026, membawa harapan baru bagi keselamatan warga.
Manfaat dari sistem Peringatan Dini Tsunami Penajam Paser Utara ini tidak hanya terbatas pada peringatan dini bencana. Bagi masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, alat ini akan menjadi sumber informasi vital yang belum pernah ada sebelumnya. Data gelombang laut yang disajikan secara real-time memungkinkan nelayan untuk merencanakan jadwal melaut dengan lebih aman dan efisien, mengurangi risiko di laut.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara menyampaikan apresiasi tinggi kepada BMKG atas realisasi usulan ini. Keberadaan TEWS ini merupakan investasi penting dalam keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat di wilayah pesisir. Ini juga merupakan contoh konkret bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan dan mata pencarian masyarakat secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)












