Bali Pasang Sistem Peringatan Dini Banjir Denpasar di Enam Lokasi Rawan
Antisipasi musim hujan, BPBD Bali memasang Sistem Peringatan Dini Banjir Denpasar di enam titik rawan banjir, meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali telah memulai pemasangan sistem peringatan dini banjir di enam lokasi paling rawan di Kota Denpasar. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas pelajaran berharga dari banjir besar yang melanda pada September 2025 lalu. Pemasangan ini bertujuan untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi di ibu kota provinsi tersebut, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Enam titik prioritas pemasangan sistem ini meliputi area Sungai Badung dekat Pasar Kumbasari, Jembatan Pasar Wangaya Bunga, struktur pengendali banjir Wangaya, Jembatan Kampung Muslim Wangaya, Jembatan Sungai Badung di Jalan Hasanudin, dan satu jembatan lain di Jalan Pekambingan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Pemasangan ini diharapkan selesai pada 12 Januari mendatang, tepat sebelum puncak musim hujan.
Kepala BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dalam pengadaan serta instalasi sistem tersebut. Kesiapan dini ini sangat krusial bagi Bali untuk mengantisipasi kenaikan permukaan air jelang puncak musim hujan awal tahun ini. Upaya ini juga untuk mengurangi risiko banjir yang mungkin terjadi di wilayah padat penduduk.
Inovasi Lokal untuk Efisiensi Sistem Peringatan Dini Banjir
Yadnya mengungkapkan bahwa BPBD Bali telah memulai upaya pencegahan banjir sejak November tahun lalu. Tahapan awal meliputi perancangan konsep, perakitan peralatan, dan uji coba awal sistem di beberapa lokasi. Pendekatan inovatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memanfaatkan sumber daya lokal.
Alih-alih membeli peralatan dari vendor, BPBD memilih untuk mengembangkan inovasi sendiri demi efisiensi anggaran dan keberlanjutan operasional. Setelah itu, tim melakukan studi lapangan yang cermat untuk menentukan ketinggian optimal setiap sensor. Koordinasi erat dengan PT PLN (Persero) juga dilakukan untuk dukungan penuh instalasi listrik dan teknis di lapangan.
Sistem yang dipasang menyerupai sistem peringatan dini tsunami, dengan sensor ditempatkan secara strategis di sungai dan sirene di atas air. Mekanisme ini dirancang untuk memberikan peringatan berlapis kepada masyarakat. Hal ini juga memastikan informasi bahaya sampai kepada masyarakat secara efektif dan tepat waktu.
Mekanisme Peringatan Bertahap dan Kesiapsiagaan Evakuasi Dini
Yadnya menjelaskan bahwa sirene akan berbunyi tiga kali sebagai indikator ketinggian air yang terus meningkat. Peringatan pertama akan berbunyi saat ketinggian air naik 30 sentimeter di atas normal, menandakan potensi ancaman. Peringatan kedua pada 86 sentimeter, dan peringatan ketiga pada 150 sentimeter untuk sinyal evakuasi yang mendesak.
Ambang batas evakuasi bervariasi di setiap lokasi, misalnya untuk sensor di Pasar Kumbasari, ambang batas evakuasi adalah 266 sentimeter. Variasi ini disesuaikan dengan karakteristik geografis dan potensi dampak di masing-masing area yang berbeda. Hal ini menunjukkan pendekatan yang terukur dan spesifik untuk setiap titik rawan banjir.
BPBD menargetkan penyelesaian instalasi pada 12 Januari 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setelah itu, mereka akan segera menyosialisasikan informasi penting ini kepada warga dan individu yang beraktivitas dalam radius 200-300 meter dari lokasi alarm. Sosialisasi ini sangat penting untuk memastikan masyarakat memahami tindakan yang harus diambil saat sistem peringatan dini banjir ini aktif.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)











