Bukan Pijatan atau Jarum, Begini Cara Tepat Tangani Serangan Stroke
Stroke tetap menjadi penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Penting untuk memahami mitos dan fakta mengenai stroke.

Penyakit stroke tetap menjadi penyebab utama kematian dan disabilitas di seluruh dunia. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah adanya banyak mitos tentang stroke yang masih dipercaya oleh masyarakat, yang berujung pada terlambatnya penanganan.
"Masih ada beberapa mitos yang beredar secara luas di masyarakat. Misalnya kelumpuhan, langsung tusukan jarum di ujung jari, kalau darahnya keluar itu bisa sembuhkan sumbatan. Itu sama sekali tidak berdasar pada data ilmiah," ungkap dokter spesialis saraf Pricilla Yani Gunawan dari Siloam Hospital Lippo Village di Tangerang, Banten.
Mitos lain yang sering dipercaya adalah ketika menemukan seseorang dengan gejala stroke, penanganan tradisional di rumah menjadi pilihan utama. Misalnya, pasien dipijat, ditarik-tarik, atau wajahnya dikompres dengan daun tertentu. Menurut Pricilla, tindakan tersebut justru dapat memperburuk kondisi pasien.
"Semuanya tidak berbasis bukti. Padahal semakin cepat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan penanganan pada pasien gejala stroke, semakin bisa disembuhkan," katanya.
Faktanya, setiap pasien yang menunjukkan gejala stroke harus segera dibawa ke UGD rumah sakit terdekat. Mengunjungi klinik atau fasilitas kesehatan dengan layanan terbatas justru akan memperpanjang proses penyembuhan karena pasien akan dirujuk kembali ke rumah sakit yang lebih lengkap.
"Harusnya adalah kalau sudah ada tanda serangan stroke, harus segera ke rumah sakit. Dan itupun yang dianjurkan ke rumah sakit yang segera untuk penanganan stroke," tambahnya dalam acara World Stroke Day 2025, Every Minute Counts, Every Life Matters, di Siloam Hospital Lippo Village.
Masa emas untuk penanganan stroke terjadi dalam waktu 4,5 jam pertama
Pricilla menjelaskan bahwa waktu yang paling kritis dalam menangani stroke adalah dalam 4,5 jam pertama setelah gejala muncul. Gejala stroke biasanya muncul secara mendadak, seperti wajah yang tiba-tiba turun, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau kesulitan untuk berdiri. Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segera bawa pasien ke rumah sakit.
“4,5 jam pertama harus segera dilakukan tindakan. Bawa ke UGD, nanti di sana keluarga atau pengantar akan langsung ditanya, kapan muncul gejala tersebut. Kalau masih di dalam 4,5 jam itu memungkinkan dokter untuk memberikan obat untuk menghentikan sumbatan tadi,” kata Pricilla.
Setelah itu, dokter akan melakukan CT-Scan atau MRI untuk menentukan lokasi sumbatan atau kemungkinan penyebab stroke akibat perdarahan. Dengan langkah ini, penyebab stroke dapat diidentifikasi.
“Ini menentukan adanya penanganan lanjutan, mulai dari pemberian obat-obatan, terapi, penanganan non-operasi. Bila ditemukan perdarahan, maka dilakukan operasi,” jelasnya.
Dengan demikian, penanganan yang tepat dalam waktu yang cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang pemulihan pasien.
Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober
Setiap tanggal 29 Oktober, dunia merayakan Hari Stroke Sedunia. Siloam Hospitals Lippo Village merayakannya dengan mengadakan workshop bertajuk 'Every Minute Counts, Every Life Matters'.
"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengingatkan bahwa stroke dapat dicegah. Sebagaimana kita ketahui, stroke merupakan penyebab utama disabilitas di dunia. Faktanya, lebih dari 80 persen kasus stroke dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat," ungkap Jennifer Hendra, Executive Director Siloam Hospitals Lippo Village.
Dalam acara tersebut, hampir seluruh dokter saraf dan terapis yang menangani stroke berkumpul untuk berbagi pengalaman dengan pasien dan penyintas stroke.
Hal ini bertujuan untuk saling mendukung dan memperkuat semangat dalam menjalani proses pengobatan.
Siloam Hospitals juga mendapatkan penghargaan dari World Stroke Congress atas pelayanan stroke yang sangat baik, yakni tingkat diamond, di Barcelona, Spanyol. Penghargaan ini diberikan karena kecepatan dalam penanganan stroke, di mana waktu dari rumah ke rumah sakit hanya memerlukan 20 menit. Selanjutnya, dari UGD ke CT-Scan hanya 15 menit, dan dokter memberikan obat dalam waktu maksimal 30 menit.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)




















