Imbas Kebakaran COP30, Paviliun Negara di Zona Biru Belèm Dipagari Pembatas
Seluruh paviliun negara, termasuk Indonesia, di Zona Biru COP30 Belèm, Brasil, dipagari pembatas menyusul insiden kebakaran yang terjadi. Simak dampaknya!

Pada Jumat (21/11) waktu setempat, seluruh paviliun negara di Zona Biru Konferensi Perubahan IklimPBB ke-30 (COP30) di Belèm, Brasil, termasuk Paviliun Indonesia, telah diberi pagar pembatas. Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran yang melanda area tersebut sehari sebelumnya. Kebakaran ini menyebabkan terhentinya sementara aktivitas di dalam paviliun-paviliun tersebut.
Insiden kebakaran di Zona Biru COP30 Belèm terjadi pada Kamis (20/11) siang waktu setempat, memicu kekhawatiran di kalangan delegasi dan panitia. Meskipun api berhasil dipadamkan dengan cepat, dampak dari kejadian tersebut masih terasa. Pagar pembatas dipasang untuk alasan keamanan dan penyelidikan lebih lanjut di lokasi kejadian.
Delegasi yang hadir di COP30 terlihat masih berdatangan menuju venue utama, namun tidak dapat mengakses area paviliun yang ditutup. Beberapa delegasi bahkan mengabadikan momen paviliun yang terbakar, yang kini ditutupi terpal abu-abu. Situasi ini menunjukkan adanya gangguan signifikan terhadap jalannya konferensi iklim internasional tersebut.
Dampak Kebakaran dan Penutupan Paviliun di COP30
Pasca-insiden kebakaran COP30, sejumlah paviliun negara di Zona Biru Belèm kini tidak dapat diakses publik. Penutupan ini berdampak langsung pada agenda dan kegiatan yang seharusnya berlangsung di dalam paviliun-paviliun tersebut. Paviliun yang terbakar, yang terletak di belakang Paviliun India, tampak ditutup rapat dengan terpal berwarna abu-abu.
Dari pantauan di lokasi, aktivitas di dalam paviliun-paviliun tersebut sepenuhnya terhenti. Meskipun demikian, para delegasi tetap berdatangan ke area konferensi, dengan beberapa di antaranya menunggu dibukanya kembali akses ke paviliun. Situasi ini menciptakan pemandangan yang tidak biasa di tengah berlangsungnya konferensi iklim global.
Paviliun Indonesia sendiri tampak sepi, dengan beberapa orang berdiri di depan pagar pembatas tanpa bisa masuk. Penutupan ini menjadi pengingat akan pentingnya protokol keamanan dalam acara berskala besar seperti COP30. Langkah pengamanan ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa dan memastikan keselamatan seluruh peserta.
Kronologi dan Penanganan Korban Kebakaran COP30
Kebakaran di Zona Biru COP30 Belèm terjadi pada Kamis (20/11) siang waktu setempat dan berhasil dikendalikan dalam waktu singkat. Tim pemadam kebakaran bersama petugas keamanan PBB bertindak cepat, memadamkan api hanya dalam waktu enam menit. Respons cepat ini mencegah meluasnya api dan potensi kerusakan yang lebih parah.
Meskipun api cepat padam, insiden kebakaran COP30 ini menyebabkan 21 orang harus menjalani perawatan medis. Sebanyak 19 orang dirawat karena menghirup asap, sementara dua lainnya mengalami kecemasan akibat kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa maupun luka serius yang dilaporkan dari insiden ini, menunjukkan efektivitas penanganan darurat.
Setelah mendapatkan perawatan awal, 12 orang dari total korban yang dirawat telah dipulangkan. Sisanya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan di Belém serta unit rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan Brasil. Penanganan medis yang sigap memastikan bahwa semua yang terdampak mendapatkan perhatian yang diperlukan.
Konferensi Perubahan Iklim ke-30 Perserikatan Bangsa-bangsa (COP30) sendiri dijadwalkan berlangsung dari tanggal 10 November hingga 21 November. Insiden kebakaran ini menjadi salah satu peristiwa yang mewarnai jalannya konferensi penting ini, meskipun tidak menghentikan keseluruhan kegiatan yang telah direncanakan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)











