Tahukah Anda? Perekrutan TNI Kini Transparan dan Bebas Biaya, Jenderal Maruli Simanjuntak Pastikan Tanpa Koneksi
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan **perekrutan TNI** AD kini lebih transparan dan bebas biaya. Masyarakat diimbau laporkan pelanggaran!

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak baru-baru ini mengumumkan sebuah perubahan signifikan. Proses rekrutmen personel TNI Angkatan Darat (AD) kini dipastikan lebih transparan, inklusif, dan sepenuhnya bebas biaya. Ini menjadi kabar baik bagi ribuan pemuda-pemudi yang bercita-cita mengabdi kepada negara.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Jenderal Maruli Simanjuntak pada Sabtu, 21 September. Lokasi pengumuman adalah di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, dalam acara TNI Fair 2025. Pernyataan ini bertujuan untuk menghilangkan persepsi lama tentang praktik KKN dalam proses seleksi.
Jenderal Maruli menegaskan bahwa masyarakat tidak lagi memerlukan koneksi atau uang untuk bergabung dengan TNI AD. Siapa pun dapat mendaftar tanpa dipungut biaya sepeser pun, memastikan kesempatan yang sama. Hal ini menandai komitmen TNI AD dalam mewujudkan rekrutmen yang bersih dan berintegritas tinggi.
Transparansi dan Akuntabilitas dalam Perekrutan TNI AD
Jenderal Maruli Simanjuntak secara tegas menyatakan bahwa era rekrutmen TNI AD yang membutuhkan "orang dalam" atau biaya sudah berakhir. "Dulu orang berpikir butuh koneksi atau uang untuk masuk TNI. Tapi hari ini, siapa pun bisa mendaftar tanpa membayar biaya," ujar Maruli kepada wartawan di sela-sela TNI Fair 2025. Pernyataan ini menekankan komitmen kuat TNI AD terhadap proses seleksi yang adil.
Untuk meningkatkan kualitas proses **perekrutan TNI** AD, berbagai langkah perbaikan telah diambil. Salah satunya adalah dengan membuka saluran pengaduan publik yang mudah diakses. Saluran ini tersedia melalui telepon dan aplikasi pesan, memungkinkan masyarakat melaporkan potensi pelanggaran atau praktik tidak etis. Inisiatif ini sangat penting untuk menjaga integritas seleksi.
Masyarakat didorong untuk aktif melaporkan setiap indikasi penyimpangan yang terjadi selama proses seleksi. "Kami mendorong masyarakat untuk melaporkan pelanggaran. Ini membantu memastikan seleksi yang adil dan terbuka," tambah Jenderal Maruli. Partisipasi publik menjadi kunci dalam menciptakan proses **perekrutan TNI** yang benar-benar bersih. Ini juga menjadi bukti nyata bahwa TNI AD serius dalam menjaga standar etika.
Antusiasme Publik dan Peran TNI Fair 2025
Partisipasi Angkatan Darat dalam TNI Fair 2025 menunjukkan dukungan penuh terhadap peringatan HUT ke-80 TNI. Acara yang diselenggarakan oleh Markas Besar TNI ini menjadi platform penting untuk berinteraksi dengan masyarakat. Pameran ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 20 hingga 21 September, di Monas, Jakarta.
TNI Fair 2025 tidak hanya menampilkan berbagai peralatan militer modern dan sistem pertahanan. Acara ini juga menyediakan layanan publik, stan makanan, dan hiburan bagi pengunjung. Angkatan Darat secara khusus mendirikan stan **perekrutan TNI** dan edukasi, memberikan informasi lengkap kepada calon pendaftar. Ini merupakan kesempatan emas bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat TNI.
Antusiasme publik terlihat jelas di lokasi acara. Banyak pengunjung, termasuk anak-anak, berinteraksi dengan pameran dan mengambil foto dengan kendaraan lapis baja. Mereka juga mencari informasi di stan rekrutmen. "Antusiasme masyarakat luar biasa. Banyak sekali anak-anak yang datang—semoga mereka menjadi generasi penerus kita," kata Maruli dengan optimis. Hal ini menunjukkan minat yang tinggi terhadap profesi militer.
TNI Fair 2025 berlangsung dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB setiap harinya. Kehadiran acara ini di Monas, Jakarta, memberikan kesempatan luas bagi masyarakat untuk memahami lebih dalam tentang tugas dan fungsi TNI. Harapannya, acara ini dapat menarik lebih banyak pemuda-pemudi berkualitas untuk bergabung dalam **perekrutan TNI** di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)























