Tim SAR Berhasil Evakuasi Nelayan Seluma Mati Mesin di Perairan Bengkulu
Empat nelayan asal Seluma berhasil diselamatkan Tim SAR gabungan setelah kapal mereka mengalami mati mesin di perairan Bengkulu. Operasi penyelamatan ini menunjukkan koordinasi solid antarinstansi dan menjadi kunci keberhasilan.

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat nelayan yang terombang-ambing di perairan Seluma, Bengkulu. Kapal mereka mengalami kerusakan mesin dan hanyut pada Sabtu (29/11) malam. Kejadian ini memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan berbagai unsur.
Keempat Person On Board (POB) ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu (30/11) pagi. Mereka ditemukan sekitar 13,2 mil laut dari Dermaga KN 213 Bengkulu. Proses evakuasi berlangsung lancar berkat kesigapan tim penyelamat.
Kepala Kantor SAR Bengkulu, Muslikun Sodik, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan operasi ini. Koordinasi yang solid antarinstansi menjadi kunci utama dalam menyelamatkan para nelayan Seluma mati mesin.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian Awal
Insiden bermula ketika kapal nelayan yang membawa empat orang tersebut mengalami mati mesin di perairan Seluma. Laporan diterima Kantor SAR Bengkulu pada Sabtu (29/11) malam. Kerusakan terjadi pada bagian gearbox saat para nelayan sedang memancing ikan.
Akibat kerusakan tersebut, kapal tidak dapat melaju dan mulai hanyut terbawa arus laut. Merespons laporan tersebut, Basarnas Bengkulu segera memberangkatkan satu tim penyelamat gabungan. Tim ini bergerak bersama KRU KN 213 menuju lokasi kejadian sekitar pukul 19.00 WIB.
Pencarian awal pada Sabtu malam tidak langsung membuahkan hasil. Tim tidak berhasil menemukan empat korban di lokasi yang dilaporkan. Koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas juga dilakukan untuk menanyakan perihal kapal yang mati mesin tersebut.
Hingga pukul 23.00 WIB, tim gabungan terus menyisir ke arah selatan, namun pencarian belum menemukan titik terang. Kondisi ini membuat pencarian harus dilanjutkan pada keesokan harinya, Minggu (30/11) pagi.
Operasi Penyelamatan dan Evakuasi Berhasil
Operasi pencarian dilanjutkan pada Minggu (30/11) pagi sejak pukul 07.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, dan potensi SAR lainnya memperluas area pencarian hingga seluas 32 Nautical Miles (NM). Upaya keras ini menunjukkan komitmen tinggi para petugas.
Sekitar pukul 11.50 WIB, tim penyelamat akhirnya berhasil menemukan kapal nelayan yang dilaporkan mati mesin tersebut. Kapal beserta keempat ABK (Anak Buah Kapal) ditemukan dalam kondisi selamat. Lokasi penemuan berada sekitar 13,2 mil laut dari Dermaga KN 213 Bengkulu.
Setelah ditemukan, keempat ABK tersebut langsung dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kapal nelayan yang mengalami kerusakan ditarik menuju dermaga terdekat. Proses evakuasi ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Pada pukul 14.50 WIB, KN SAR 213 Bengkulu dan kapal nelayan yang ditarik telah bersandar dengan aman di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. "Kami bersyukur tim SAR gabungan dapat menemukan seluruh POB dalam kondisi selamat. Koordinasi yang solid antar instansi menjadi kunci keberhasilan operasi SAR ini," ujar Muslikun Sodik. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi dinyatakan selesai dan ditutup.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)






