GERD Kambuh? Hindari Makanan Ini
Individu yang memiliki riwayat GERD sebaiknya memperhatikan pola makan mereka.

Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD) adalah kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan.
Penderita GERD sering kali merasakan ketidaknyamanan di area dada, termasuk sensasi panas yang dikenal dengan istilah heartburn. Menurut data yang diperoleh pada akhir tahun 2025, sekitar 33 persen populasi dewasa di seluruh dunia mengalami GERD.
Jumlah kasus tersebut terus meningkat setiap tahunnya, yang diperkirakan disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat. Untuk mengatasi gejala refluks asam, pola makan yang baik menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan.
Berikut adalah beberapa tips mengenai jenis makanan yang dapat membantu meredakan rasa panas di dada bagi mereka yang menderita GERD. Melansir dari Hopkins Medicine, Sabtu (24/1).
Makanan yang Dianjurkan Dikonsumsi
1. Makanan Berair
Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan air dapat memberikan rasa nyaman pada perut dan melapisi kerongkongan. Makanan yang berair umumnya memiliki kalori rendah, lemak sedikit, serta mudah dicerna oleh lambung. Beberapa contoh makanan yang direkomendasikan adalah seledri, timun, selada, semangka, sup berbasis kaldu, dan teh herbal.
Makanan yang kaya serat

Makanan yang kaya serat dapat membuat kita merasa kenyang lebih lama dan membantu menghindari overeating atau makan berlebihan. Selain itu, serat juga berperan dalam mempercepat pergerakan makanan dari lambung menuju usus, sehingga dapat mengurangi penumpukan asam di dalam lambung.
Beberapa contoh makanan yang dianjurkan untuk meningkatkan asupan serat adalah:
- Sayuran akar seperti ubi jalar, wortel, dan bit.
- Sayuran hijau seperti asparagus, brokoli, dan buncis.
- Biji-bijian utuh seperti oatmeal, couscous, dan beras merah.
3. Makanan Alkali
Makanan yang memiliki pH rendah bersifat asam dan dapat menyebabkan masalah refluks. Sebaliknya, makanan dengan pH tinggi bersifat basa dan dapat membantu menetralkan asam lambung yang berlebihan. Contoh makanan dengan pH tinggi antara lain pisang, melon, kembang kol, apel, pir, semangka, bayam, putih telur, dan tahu.
Jangan Konsumsi Makanan Ini

Makanan yang dapat menyebabkan sfingter esofagus menjadi kendur dan memperlambat proses pencernaan akan membuat makanan berada lebih lama di dalam perut.
Umumnya, jenis makanan yang memiliki kandungan lemak dan garam yang tinggi dapat memicu kondisi ini. Contoh makanan tersebut antara lain adalah gorengan, pizza, keripik, serta bumbu seperti bubuk cabai dan merica.
Selain itu, daging berlemak, sosis, keju, dan saus tomat juga termasuk dalam kategori ini. Beberapa jenis buah seperti jeruk asam, serta makanan manis seperti cokelat dan permen, juga dapat berkontribusi terhadap masalah ini.
Tak ketinggalan, minuman berkarbonasi juga dapat memperburuk situasi tersebut. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi agar tidak mengganggu proses pencernaan.




















:strip_icc()/kly-media-production/medias/4081209/original/046236800_1657153826-332CB81E-9084-4476-9825-0AEB7DAD96B0.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485347/original/082923000_1769503971-WhatsApp_Image_2026-01-27_at_15.23.57.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487896/original/064524000_1769682728-warga_cengkareng_kebanjiran.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5397953/original/053288700_1761822677-3.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487876/original/039936500_1769681897-227634.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)















