Ingin segera hamil? Pahami Tanda-tanda Masa Subur Anda
Bagi mereka yang berencana untuk memiliki anak, pertanyaan ini mungkin sering kali muncul dalam pikiran.

Banyak pasangan yang baru saja menikah sering kali mempertanyakan cara untuk segera hamil. Pertanyaan ini wajar saja, karena kehamilan tidak selalu terjadi pada percobaan pertama. Namun, faktor ini tidak hanya tergantung pada seberapa sering pasangan tersebut berhubungan intim.
Menurut informasi yang dilansir dari Verywell Health, peluang kehamilan lebih tinggi ketika wanita berada dalam periode suburnya. Masa subur biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi. Pada saat tersebut, ovarium melepaskan sel telur, yang dikenal sebagai ovulasi.
Periode subur ini muncul sebulan sekali, berlangsung dari beberapa hari sebelum ovulasi hingga 12 hingga 24 jam setelahnya. Namun, bagi sebagian orang, memprediksi masa ovulasi bisa menjadi tantangan, karena tidak semua orang mengalami gejala yang jelas saat ovulasi terjadi.
Beberapa wanita dapat mengenali masa subur mereka melalui keluarnya cairan serviks yang mirip dengan putih telur atau peningkatan suhu basal tubuh secara mendadak.
Selain itu, ada juga yang mengalami gejala lain seperti kram ringan, bercak, nyeri payudara, atau perut kembung. Dengan memahami tanda-tanda ini, pasangan dapat meningkatkan peluang mereka untuk hamil.
Mengerti tentang siklus menstruasi
Langkah pertama dalam memprediksi masa ovulasi adalah dengan memahami siklus menstruasi. Siklus menstruasi merupakan rangkaian proses yang dilakukan oleh tubuh untuk mempersiapkan kemungkinan terjadinya kehamilan.
Durasi siklus menstruasi yang normal biasanya sekitar 28 hari, meskipun setiap orang dapat memiliki durasi yang berbeda-beda. Ada individu yang mengalami masa menstruasi yang lebih panjang atau lebih pendek, dan hal ini adalah hal yang wajar. Siklus menstruasi terdiri dari empat fase, yaitu:
- Fase menstruasi
Hari pertama menstruasi dianggap sebagai awal dari siklus menstruasi. Pada fase ini, lapisan rahim akan luruh. Fase menstruasi berlangsung antara 3 hingga 5 hari, tetapi ada juga yang mengalami durasi yang lebih lama atau lebih singkat.
- Fase folikular
Fase ini dimulai bersamaan dengan fase menstruasi, yaitu pada hari ke-1 dan berlangsung hingga sekitar hari ke-14. Selama fase folikular, lapisan rahim akan menebal dan sel telur mulai berkembang di salah satu folikel di ovarium.
- Ovulasi
Pada individu dengan siklus 28 hari, sel telur biasanya akan dilepaskan pada hari ke-14. Ini adalah momen penting dalam siklus menstruasi.
- Fase luteal
Pada fase ini, sel telur yang telah matang akan bergerak dari ovarium menuju rahim, dan lapisan rahim sudah siap untuk menerima sel telur tersebut. Jika sel telur yang dibuahi berhasil menempel di rahim, maka kehamilan akan terjadi. Namun, jika tidak, menstruasi akan kembali terjadi.
Cara untuk mengetahui hari-hari yang paling subur
Setiap siklus menstruasi memiliki enam hingga tujuh hari yang dikenal sebagai masa subur, saat peluang untuk terjadinya kehamilan berada pada puncaknya. Umumnya, waktu paling subur terjadi antara dua hingga lima hari sebelum ovulasi, termasuk hari ovulasi itu sendiri, dan ada kemungkinan kecil kehamilan pada hari setelah ovulasi.
Sel telur yang dilepaskan hanya dapat bertahan sekitar 24 jam, sementara sperma dapat bertahan hidup hingga lima hari di dalam tuba falopi. Ini menjelaskan mengapa meskipun hubungan seksual dilakukan beberapa hari sebelum ovulasi, sperma masih mungkin membuahi sel telur saat ovulasi berlangsung. Jika hubungan seksual dilakukan tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama fase ini, peluang untuk hamil akan meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, kemungkinan terjadinya kehamilan paling rendah terjadi pada awal atau akhir menstruasi. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun peluangnya kecil, tetap ada kemungkinan untuk hamil, terutama bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek dari 28 hari yang dianggap standar.
Untuk mengetahui hari-hari subur
Untuk mengetahui hari-hari subur dalam setiap bulan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami kapan ovulasi berlangsung. Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Metode paling mudah untuk memprediksi waktu ovulasi adalah dengan memperhatikan tanda-tanda yang muncul pada tubuh atau menggunakan teknik kesadaran fertilitas, yang sering dipraktikkan dalam metode keluarga berencana alami.
Pada individu dengan siklus menstruasi yang teratur, masa ovulasi dapat diperkirakan dengan menghitung mundur 14 hari dari tanggal menstruasi yang diperkirakan. Contohnya, pada siklus normal selama 28 hari, ovulasi biasanya terjadi pada hari ke-14. Namun, bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi lebih panjang atau lebih pendek, perhitungan tetap dapat dilakukan selama siklus tersebut konsisten.
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, disarankan untuk mencatat siklus menstruasi selama tiga hingga enam bulan menggunakan kalender, buku catatan, atau aplikasi khusus. Hari pertama menstruasi dianggap sebagai hari ke-1 dari siklus, dan ovulasi biasanya terjadi antara hari ke-12 hingga ke-18 pada siklus normal yang berkisar antara 26 hingga 32 hari.
Dengan menerapkan beberapa metode ini, masa subur akan lebih mudah dikenali dan rencana untuk mendapatkan kehamilan akan menjadi lebih efektif.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)


















