Ini Alasan Psikologis Mengapa Orang Percaya Astrologi
Meskipun tanpa bukti ilmiah, banyak yang percaya astrologi dari untuk mengatasi stres hingga kebutuhan akan makna diri.

Pernahkah Anda membaca ramalan zodiak dan merasa sangat akurat menggambarkan diri Anda? Atau mungkin Anda memiliki teman yang selalu mengikuti update astrologi terbaru? Fenomena kepercayaan terhadap astrologi, meskipun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, tetap menarik perhatian banyak orang. Artikel ini akan mengupas tuntas alasan psikologis di balik kepercayaan tersebut, mengapa jutaan orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, masih mempercayai ramalan bintang.
Astrologi, studi tentang bagaimana posisi bintang dan planet diyakini memengaruhi kehidupan manusia, telah ada selama lebih dari 2.000 tahun. Sistem astrologi terorganisir pertama muncul di periode Babilonia Kuno. Dalam astrologi, individu diberi tanda zodiak berdasarkan tanggal lahir mereka, terbagi ke dalam 12 konstelasi yang masing-masing mewakili satu bulan. Namun, mengapa orang masih percaya pada sistem yang telah ada sejak ribuan tahun lalu ini, meskipun banyak ilmuwan yang meragukannya?
Jawabannya terletak pada aspek psikologis manusia. Kepercayaan pada astrologi bukanlah sekadar soal kepercayaan buta, melainkan mekanisme koping yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor psikologis. Seorang penggemar astrologi, seperti yang diungkapkan dalam sebuah artikel, "tidak hanya mengetahui tanda matahari mereka, tetapi juga tanda bulan, tanda ascenden, dan segala sesuatu dalam bagan astrologi mereka. Mereka mengikuti setiap akun Instagram astrologi yang dapat mereka temukan, dan notifikasi ponsel mereka terus-menerus memberikan pembaruan dari aplikasi astrologi favorit mereka." Lalu, apa yang membuat pesan-pesan dari bintang-bintang ini begitu menarik?
Mengatasi Stres dan Ketidakpastian
Salah satu alasan utama adalah kebutuhan manusia akan keteraturan dan prediksi di tengah ketidakpastian hidup. Ramalan astrologi, sekadar samar-samar sekalipun, memberikan rasa kendali dan harapan, terutama dalam situasi penuh stres. Ini sejalan dengan kebutuhan akan makna dan kepastian. Prediksi positif, khususnya, cenderung lebih mudah diterima. Seperti yang dikatakan oleh Jennifer Freed, PhD, seorang psikolog dan astrolog dilansir dari Verywell Mind, "Karena begitu banyak lembaga tradisional gagal memberikan peta makna bagi orang-orang. Juga, astrologi, tidak seperti lembaga-lembaga tersebut, telah menjadi tempat penyambutan bagi semua orang."
Penelitian menunjukkan bahwa minat terhadap astrologi meningkat selama masa-masa sulit, seperti Depresi Besar tahun 1930-an dan di Jerman antara dua perang dunia. Baru-baru ini, minat terhadap astrologi meningkat pesat setelah pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa astrologi berfungsi sebagai mekanisme koping, membantu individu menghadapi ketidakpastian dan tantangan hidup.
Dalam konteks ini, astrologi menawarkan ilusi kendali. Bagi mereka yang memiliki locus of control eksternal—yakni, mereka yang cenderung menyalahkan faktor eksternal atas keberhasilan dan kegagalan mereka—astrologi dapat memberikan rasa harapan dan optimisme, meskipun ramalannya tidak akurat.
Efek Barnum dan Konfirmasi Bias
Efek Barnum, atau efek Forer, menjelaskan kecenderungan manusia untuk menerima deskripsi kepribadian umum atau ramalan yang berlaku untuk hampir semua orang sebagai deskripsi yang sangat akurat dan personal. Ramalan zodiak sering menggunakan pernyataan umum yang dapat diinterpretasikan secara berbeda oleh banyak individu, sehingga setiap orang merasa cocok dengan deskripsi tersebut. Personalisasi ramalan ('khusus untuk Anda') memperkuat efek ini.
Konfirmasi bias juga berperan penting. Orang cenderung mencari dan mengingat informasi yang mendukung keyakinan mereka yang sudah ada, sementara mengabaikan informasi yang bertentangan. Jika seseorang percaya pada astrologi, mereka cenderung memperhatikan kejadian yang tampaknya mendukung ramalan zodiak dan mengabaikan kejadian yang tidak sesuai.
Penggunaan informasi yang dipersonalisasi, seperti tanggal dan tempat lahir, juga meningkatkan kredibilitas astrologi di mata sebagian orang. Hal ini memperkuat keyakinan mereka dan membuat mereka lebih mudah menerima ramalan yang diberikan.

Kebutuhan akan Makna dan Pemahaman Diri
Astrologi dapat memberikan kerangka untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan berdasarkan zodiak, individu dapat merasa lebih memahami kepribadian mereka dan bahkan menggunakannya sebagai alat pengembangan diri. Ini memenuhi kebutuhan manusia akan makna dan pemahaman tentang tempat mereka di dunia.
Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Freed, astrologi dapat menjadi alat bagi orang untuk "mengembangkan bakat unik mereka dan menggunakannya untuk konfirmasi dan dorongan." Ia menggambarkannya sebagai "seperti memiliki pegangan yang kokoh di tangga yang indah. Anda ingin menuruni tangga dan mengambil setiap langkah dengan penuh perhatian, jika Anda memiliki sesuatu yang benar-benar kokoh untuk dipegang saat Anda melangkah, ini adalah perjalanan yang sangat baik."
Namun, penting untuk diingat bahwa astrologi bukanlah ilmu pengetahuan dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim-klaimnya. Meskipun demikian, pemahaman tentang alasan psikologis di balik kepercayaan pada astrologi dapat membantu kita memahami mengapa begitu banyak orang tetap mempercayainya.
Pengaruh Sosial dan Budaya serta Keinginan akan Harapan
Astrologi telah menjadi bagian dari budaya selama berabad-abad. Pengaruh sosial dan budaya dapat memperkuat keyakinannya, terutama jika orang-orang di sekitar mereka juga percaya. Ini menciptakan lingkaran kepercayaan yang sulit dipecahkan.
Terakhir, ramalan zodiak, khususnya yang positif, memberikan harapan dan optimisme tentang masa depan. Ini merupakan mekanisme koping yang dapat membantu individu menghadapi tantangan hidup. Bahkan jika ramalan tersebut tidak akurat, harapan yang diberikan dapat memberikan dampak psikologis yang positif.
Kepercayaan pada astrologi adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, mulai dari kebutuhan akan kendali dan makna hingga pengaruh sosial dan budaya. Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah, astrologi tetap memberikan kenyamanan dan harapan bagi banyak orang di tengah ketidakpastian hidup.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482811/original/027935300_1769254413-IMG_7051.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482788/original/034488500_1769250453-G_a6Q8XbYAAsm42.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482438/original/071932200_1769206214-Inter_Milan_vs_Pisa_lagi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456635/original/096053100_1766912433-david.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)


















