Kurs Rupiah
Berita Utama

- berita updateNilai Tukar Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini Rabu 28 Januari 2026, Sentuh Level Segini



- bank indonesiaRupiah Menguat Tajam di Pembukaan Perdagangan, Isyarat AS Tak Serang Greenland Jadi Pemicu



- industri penerbanganHUT ke-7 PSAPI Soroti Dampak Pelemahan Rupiah ke Industri Penerbangan, Jadi Pukulan Telak Maskapai Nasional



Berita Terbaru
Berita Populer
Ancaman Trump Langsung Dibalas Terpilihnya Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel
Garda Revolusi Iran Tegaskan Dukung Pemerintahan Mojtaba Khamenei Usai Gantikan Ayatollah Khamenei
Profil Singkat Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Berita Utama Lainnya
- berita updateNilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp16.676 per USD, Ini Faktor Pemicunya





- bank indonesiaBank Indonesia Klaim Setoran Devisa Hasil Ekspor SDA Berjalan Positif, Bisa Jaga Stabilitas Rupiah



- berita updateMenkeu Purbaya Beberkan Faktor Buat Kurs Rupiah Tetap Perkasa Meski Ekonomi Global Bergejolak



Penguatan nilai tukar Dolar AS salah satunya dipicu oleh kebijakan tarif impor yang gencar dilakukan oleh Presiden AS, Donald Trump.

Salah satu potensi dampak besar yang perlu dicermati adalah meningkatnya tekanan ekonomi eksternal, seperti depresiasi nilai tukar Rupiah.

Berbagai faktor eksternal dan internal menjadi penyebab utama melemahnya mata uang Indonesia ini.

Saat ini, permasalahan yang muncul di industri dalam negeri menurunnya permintaan akibat menipisnya jumlah kelas menengah.

Shinta menilai mebijakan devisa hasil ekspor (DHE), local currency transaction (LCT), SRBI, dan SVBI belum dapat menjaga nilai tukar Rupiah.

Pada bulan November 2024, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level enam persen.

Pada perdagangan kemarin, Rupiah sempat melemah 60 point di level Rp 15.934,5 dari penutupan sebelumnya di level Rp15.881.

Kondisi ini diperparah dengan langkah Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed yang diperkirakan akan kembali menahan suku bunga untuk memperkuat ekonomi AS.

Pontesi menangnya Donald Trump ini berdampak langsung pada nilai tukar atau kurs Rupiah.

Dolar AS saat ini menguat karena pasar merespons hasil awal pemilu AS, dan selera risiko tetap rendah.









