Daftar Penyakit yang Sering Dialami Dinosaurus saat Hidup
Berikut adalah penyakit yang sering dialami dinosaurus.

Meski berbadan besar, tinggi, dan seringnya menakutkan, banyak yang tidak tahu jika dinosaurus punya kelemahan saat hidup. Mengutip IFLScience, Kamis (5/6), pada dasarnya dinosaurus memiliki estimasi umur sekitar 50 hingga 60 tahun.
Sayangnya, banyak di antaranya salah satunya karena mati muda. Selain predator, penyebabnya karena penyakit. Lantas penyakit apa saja yang sering menyerang dinosaurus?
Berdasarkan beberapa sumber jurnal menyebutkan para penghuni prasejarah ini ternyata sering mengalami mulai patah tulang, infeksi paru-paru, hingga kanker ganas.
Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan mengungkap sisi rentan dinosaurus lewat ilmu paleopatologi, yaitu studi tentang penyakit dalam fosil. Dengan bantuan teknologi pemindaian seperti CT scan dan pengamatan mikroskopis, tulang-tulang purba itu pun “berbicara.”
1. Infeksi Tulang yang Menyakitkan
Beberapa fosil menunjukkan tanda osteomielitis—infeksi tulang serius akibat luka terbuka atau gigitan sesama dinosaurus. Tanda-tandanya berupa pembengkakan dan lubang tidak wajar pada tulang.
2. Tumor dan Kanker
Pada tahun 2020, peneliti Kanada mengidentifikasi osteosarkoma (kanker tulang ganas) pada ekor hadrosaur, dinosaurus herbivora berparuh bebek. Ini adalah bukti pertama kanker ganas yang ditemukan pada dinosaurus.
3. Radang Sendi Akibat Berat Badan
Raksasa seperti sauropoda yang bobotnya mencapai puluhan ton kerap mengalami artritis. Tulang-tulang kaki mereka menunjukkan tanda aus dan peradangan sendi, mirip seperti gajah masa kini.
4. Parasit yang Menjengkelkan
Tidak hanya hewan modern, dinosaurus pun terganggu oleh parasit. Lubang kecil pada fosil mengindikasikan keberadaan kutu, tungau, bahkan cacing. Dalam beberapa kasus, parasit ini bisa menyebabkan infeksi kronis.
5. Penyakit Pernapasan Mirip Flu
Sebuah studi tahun 2022 mengungkap adanya infeksi saluran pernapasan pada dinosaurus sauropoda dari Montana, AS. Tulang leher mereka menunjukkan pembentukan tulang abnormal, diduga sebagai respon tubuh terhadap infeksi mirip pneumonia.
6. Cedera Berat dan Fraktur Tulang
Tulang retak dan sembuh tak beraturan jadi bukti bahwa dinosaurus sering mengalami fraktur akibat perkelahian atau kecelakaan. Tanda penyembuhan juga menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus cukup kuat bertahan dari luka serius.
Meski telah punah lebih dari 65 juta tahun lalu, fosil dinosaurus masih menyimpan banyak cerita. Penemuan soal penyakit yang mereka alami tidak hanya memberi gambaran soal kehidupan mereka, tapi juga evolusi sistem kekebalan dan respon biologis terhadap trauma.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5482334/original/036639300_1769174289-20260123IQ_Persija_Jakarta_vs_Madura_United__2_.JPG)





















