Apa Bedanya Sakit Kepala Darah Rendah dan Darah Tinggi? Kenali Gejala dan Penanganannya
Berikut bedanya sakit kepala darah rendah dan darah tinggi.

Tekanan darah merupakan salah satu tanda vital yang penting untuk dipantau secara rutin. Ada dua jenis gangguan tekanan darah yang umum terjadi, yaitu tekanan darah rendah (hipotensi) dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting untuk mengenali gejala dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Tekanan darah rendah atau hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah berada di bawah nilai normal, yaitu kurang dari 90/60 mmHg. Pada kondisi ini, aliran darah ke organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal menjadi tidak optimal. Akibatnya, fungsi organ-organ tersebut dapat terganggu.
Sementara itu, tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yaitu di atas 140/90 mmHg. Kondisi ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Jika dibiarkan dalam jangka panjang, hipertensi dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Baik hipotensi maupun hipertensi dapat menyebabkan gejala sakit kepala, namun karakteristik dan mekanisme terjadinya berbeda. Memahami perbedaan ini penting untuk mengenali penyebab sakit kepala dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Apa bedanya sakit kepala darah rendah dan darah tinggi? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (7/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Perbedaan Gejala Sakit Kepala
Meskipun sama-sama dapat menyebabkan sakit kepala, gejala yang muncul pada hipotensi dan hipertensi memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut adalah perbedaan utama gejala sakit kepala pada kedua kondisi tersebut:
1. Sakit Kepala Akibat Darah Rendah (Hipotensi)
Sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan darah rendah biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Terasa seperti nyeri tumpul yang menyebar
- Sering disertai rasa pusing atau kepala terasa ringan
- Memburuk saat mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba, terutama dari posisi berbaring atau duduk ke berdiri
- Dapat disertai penglihatan kabur atau berkunang-kunang
- Terkadang disertai rasa mual atau muntah
- Biasanya membaik saat berbaring atau duduk
Selain sakit kepala, gejala lain yang sering menyertai hipotensi antara lain:
- Lemas dan kelelahan yang berlebihan
- Kulit terasa dingin dan lembab
- Detak jantung cepat atau tidak teratur
- Kesulitan berkonsentrasi
- Napas pendek atau cepat
2. Sakit Kepala Akibat Darah Tinggi (Hipertensi)
Berbeda dengan hipotensi, sakit kepala yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Terasa berdenyut, terutama di bagian belakang kepala atau leher
- Cenderung lebih parah di pagi hari dan membaik seiring berjalannya hari
- Dapat disertai rasa tegang di leher dan bahu
- Terkadang disertai penglihatan kabur atau ganda
- Bisa memburuk dengan aktivitas fisik atau stres
- Pada kasus yang parah, dapat disertai mual, muntah, atau mimisan
Gejala lain yang mungkin muncul pada hipertensi meliputi:
- Telinga berdenging
- Detak jantung tidak teratur atau berdebar-debar
- Sesak napas, terutama saat beraktivitas
- Kelelahan yang tidak biasa
- Kebingungan atau disorientasi (pada kasus yang parah)
Penting untuk diingat bahwa tidak semua orang dengan hipertensi akan mengalami sakit kepala. Bahkan, banyak kasus hipertensi yang tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga sering disebut sebagai “silent killer”. Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi hipertensi sedini mungkin.
Penyebab Darah Rendah dan Darah Tinggi
Untuk memahami lebih lanjut tentang bedanya sakit kepala darah rendah dan darah tinggi, penting untuk mengetahui penyebab dari masing-masing kondisi. Berikut adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya hipotensi dan hipertensi:
1. Penyebab Darah Rendah (Hipotensi)
Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:
- Dehidrasi: Kekurangan cairan tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah, yang berakibat pada penurunan tekanan darah.
- Perdarahan: Kehilangan darah dalam jumlah besar, baik akibat cedera maupun penyakit, dapat menyebabkan hipotensi.
- Gangguan jantung: Beberapa kondisi jantung seperti aritmia, gagal jantung, atau serangan jantung dapat mempengaruhi kemampuan jantung memompa darah secara efektif.
- Efek samping obat: Beberapa jenis obat, terutama obat antihipertensi, diuretik, atau antidepresan, dapat menyebabkan penurunan tekanan darah.
- Gangguan endokrin: Kondisi seperti hipotiroidisme, diabetes, atau insufisiensi adrenal dapat mempengaruhi regulasi tekanan darah.
- Anemia: Kekurangan sel darah merah dapat mengurangi kemampuan darah mengangkut oksigen, yang berdampak pada tekanan darah.
- Kehamilan: Perubahan hormonal dan fisiologis selama kehamilan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, terutama pada trimester pertama.
- Reaksi alergi berat: Anafilaksis dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis.
2. Penyebab Darah Tinggi (Hipertensi)
Sementara itu, tekanan darah tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk:
- Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan hipertensi meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi yang sama.
- Usia: Risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 65 tahun.
- Gaya hidup tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi.
- Obesitas: Kelebihan berat badan meningkatkan beban kerja jantung dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
- Stres: Kondisi stres yang berkepanjangan dapat memicu peningkatan tekanan darah.
- Penyakit ginjal: Gangguan fungsi ginjal dapat mempengaruhi regulasi tekanan darah dalam tubuh.
- Gangguan hormon: Beberapa kondisi seperti hipertiroidisme atau sindrom Cushing dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
- Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat seperti pil KB, dekongestan, atau obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) dapat meningkatkan tekanan darah.
Penanganan dan Pengobatan
Setelah mengetahui bedanya sakit kepala darah rendah dan darah tinggi, langkah selanjutnya adalah memahami cara penanganan dan pengobatan yang tepat untuk masing-masing kondisi. Berikut adalah penjelasan mengenai pendekatan yang biasa digunakan:
1. Penanganan Sakit Kepala Akibat Darah Rendah (Hipotensi)
a. Perubahan Gaya Hidup:
- Minum air putih yang cukup untuk mencegah dehidrasi
- Konsumsi makanan dengan porsi kecil tapi sering
- Hindari berdiri terlalu lama atau berubah posisi secara tiba-tiba
- Gunakan stoking kompresi untuk meningkatkan aliran darah dari kaki
b. Pengobatan:
- Obat-obatan seperti fludrocortisone atau midodrine untuk meningkatkan volume darah atau menyempitkan pembuluh darah
- Suplemen seperti vitamin B12 atau folat jika diperlukan
c. Penanganan Penyebab Dasar:
- Jika hipotensi disebabkan oleh kondisi medis lain, penanganan akan difokuskan pada pengobatan kondisi tersebut
- Penyesuaian dosis obat-obatan yang mungkin menyebabkan hipotensi
2. Penanganan Sakit Kepala Akibat Darah Tinggi (Hipertensi)
a. Perubahan Gaya Hidup:
- Mengurangi asupan garam
- Meningkatkan konsumsi buah dan sayuran
- Melakukan aktivitas fisik secara teratur
- Mengurangi konsumsi alkohol
- Berhenti merokok
- Manajemen stres yang baik
b. Pengobatan:
- Obat-obatan antihipertensi seperti ACE inhibitor, ARB, beta blocker, atau diuretik
- Kombinasi obat mungkin diperlukan untuk kasus yang lebih sulit dikendalikan
c. Penanganan Sakit Kepala:
- Obat pereda nyeri seperti paracetamol (hindari NSAID jika memungkinkan)
- Teknik relaksasi atau terapi non-farmakologis lainnya
d. Pemantauan Rutin:
- Pemeriksaan tekanan darah secara teratur
- Evaluasi efektivitas pengobatan dan penyesuaian jika diperlukan





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482909/original/015476000_1769280724-alex_jimenez_gol_bouremouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484549/original/008721900_1769445417-camat_medan_maimun.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484245/original/046238700_1769417705-4.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4858180/original/029627600_1717939832-WhatsApp_Image_2024-05-29_at_10.56.30.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484497/original/057677900_1769433870-167338.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481615/original/091930400_1769139822-3.jpg)


















