Apakah Daging Hewan PMK Bisa Dimakan? Ini Penjelasannya
Daging hewan yang terjangkit PMK aman dikonsumsi jika diolah dengan benar. Simak penjelasan lengkapnya di sini!

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi perhatian utama bagi peternak. Lalu, apakah daging hewan PMK bisa dimakan? Pertanyaan ini sering muncul di benak masyarakat. Kekhawatiran akan penularan penyakit membuat banyak orang ragu mengonsumsi daging dari hewan yang terjangkit PMK.
Namun, ada kabar baik. Daging hewan yang terkena PMK sebenarnya aman dikonsumsi. Asalkan, proses pengolahan dilakukan dengan benar dan sesuai standar kesehatan. Bagaimana cara memastikan daging tersebut aman?
Berikut penjelasan lengkap mengenai konsumsi daging hewan yang terjangkit PMK. Informasi ini penting agar masyarakat tidak lagi khawatir berlebihan.
Proses Pemotongan yang Aman

Pemotongan hewan yang terjangkit PMK harus dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Tujuannya, agar prosesnya diawasi oleh dokter hewan. Pengawasan ini penting untuk memastikan daging aman dari penyakit lain. Selain itu, peralatan pemotongan juga harus bersih dan steril.
Hal ini penting untuk mencegah kontaminasi silang. Kontaminasi silang dapat terjadi jika peralatan yang digunakan tidak bersih. Dengan demikian, potensi penyebaran penyakit bisa diminimalkan. Dengan pemotongan yang benar, risiko penyebaran virus PMK dapat dikendalikan. Selain itu, kualitas daging juga tetap terjaga.
Pengolahan Daging yang Tepat
Daging hewan PMK bisa dimakan jika diolah dengan benar. Proses memasak harus dilakukan hingga daging benar-benar matang. Suhu minimal yang disarankan adalah 70°C selama minimal 30 menit. Bahkan, beberapa sumber merekomendasikan suhu minimal 100°C.
Penting untuk memastikan seluruh bagian daging terpapar panas yang cukup. Tujuannya, agar virus PMK mati dan tidak membahayakan kesehatan. Perebusan atau pemanggangan dengan suhu tinggi adalah cara terbaik.
Bagian Tubuh yang Perlu Dihindari

Meskipun dagingnya aman dikonsumsi setelah dimasak dengan benar, ada beberapa bagian tubuh hewan yang sebaiknya dihindari. Bagian tersebut meliputi mulut, lidah, dan kaki. Bagian-bagian ini cenderung memiliki konsentrasi virus yang lebih tinggi.
Jeroan juga sebaiknya direbus terpisah dan dimasak hingga matang sempurna. Tujuannya, agar tidak ada virus yang tersisa. Pemisahan bagian daging dari kepala, kaki, dan jeroan juga penting dilakukan sebelum dimasak.
Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus selama proses pembersihan dan pemasakan. Jangan mencuci daging dengan air mengalir sebelum pemisahan dan perebusan.
Tips Aman Konsumsi Daging Hewan PMK
Untuk memastikan keamanan konsumsi daging hewan PMK, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan proses pemotongan dilakukan di RPH yang diawasi dokter hewan. Kedua, masak daging hingga benar-benar matang pada suhu yang tepat.
Ketiga, hindari konsumsi bagian tubuh hewan yang berisiko tinggi terpapar virus. Keempat, pisahkan bagian daging dari kepala, kaki, dan jeroan sebelum dimasak. Kelima, selalu utamakan kebersihan dan kematangan dalam proses memasak.
Dengan mengikuti tips ini, masyarakat bisa mengonsumsi daging hewan PMK dengan aman. Selain itu, tetap bisa memenuhi kebutuhan protein hewani.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5482334/original/036639300_1769174289-20260123IQ_Persija_Jakarta_vs_Madura_United__2_.JPG)







