Cara Menghitung Pecahan: Panduan Lengkap untuk Pemula
Penjelasan tentang pecahan dan cara menghitungnya yang penting dipelajari.

Pecahan merupakan salah satu konsep dasar dalam matematika yang sangat penting untuk dipahami. Kemampuan menghitung pecahan dengan benar akan sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan matematika yang lebih kompleks.
Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang cara menghitung pecahan, mulai dari pengertian dasar hingga operasi-operasi hitung pecahan yang lebih rumit. Simak ulasan selengkapnya:
Pengertian Pecahan
Pecahan adalah bilangan yang menyatakan bagian dari keseluruhan. Secara umum, pecahan terdiri dari dua bagian utama:
- Pembilang: angka yang berada di atas garis pecahan
- Penyebut: angka yang berada di bawah garis pecahan
- Contoh pecahan: 3/4 (dibaca “tiga per empat”)
Dalam contoh di atas, 3 adalah pembilang dan 4 adalah penyebut. Pecahan ini menunjukkan bahwa kita memiliki 3 bagian dari keseluruhan 4 bagian yang sama.
Ada beberapa jenis pecahan yang perlu diketahui:
- Pecahan biasa: pecahan yang terdiri dari pembilang dan penyebut, seperti 1/2, 3/4, 5/6
- Pecahan campuran: gabungan antara bilangan bulat dan pecahan biasa, seperti 1 1/2, 2 3/4
- Pecahan desimal: pecahan yang dinyatakan dalam bentuk desimal, seperti 0,5 (setara dengan 1/2), 0,75 (setara dengan 3/4)
Menguasai cara menghitung pecahan adalah keterampilan penting yang memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan pendidikan lanjutan. Dari pembahasan di atas, kita telah mempelajari berbagai aspek penting dalam perhitungan pecahan, mulai dari konsep dasar hingga strategi belajar yang efektif.
Cara Menyederhanakan Pecahan
Sebelum melakukan operasi hitung pada pecahan, penting untuk memahami cara menyederhanakan pecahan. Menyederhanakan pecahan berarti mengubah pecahan menjadi bentuk yang paling sederhana tanpa mengubah nilainya.
Langkah-langkah menyederhanakan pecahan:
Tentukan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dari pembilang dan penyebut
Bagi pembilang dan penyebut dengan FPB tersebut
Contoh:
Sederhanakan pecahan 8/12
FPB dari 8 dan 12 adalah 4
8 ÷ 4 = 2 dan 12 ÷ 4 = 3
Jadi, bentuk paling sederhana dari 8/12 adalah 2/3
Kemampuan menyederhanakan pecahan ini akan sangat membantu dalam proses perhitungan pecahan selanjutnya.
Cara Menghitung Penjumlahan Pecahan
Penjumlahan pecahan merupakan operasi dasar yang perlu dikuasai. Ada dua kasus dalam penjumlahan pecahan:
1. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Sama
Untuk menjumlahkan pecahan dengan penyebut yang sama, langkah-langkahnya adalah:
- Jumlahkan pembilang-pembilangnya
- Pertahankan penyebutnya
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
1/4 + 2/4 = (1+2)/4 = 3/4
2. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Berbeda
Untuk menjumlahkan pecahan dengan penyebut berbeda, langkah-langkahnya adalah:
- Samakan penyebut dengan mencari KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) dari penyebut-penyebut tersebut
- Ubah pembilang sesuai dengan perubahan penyebut
- Jumlahkan pembilang-pembilangnya
- Pertahankan penyebut yang sudah disamakan
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
1/2 + 1/3
KPK dari 2 dan 3 adalah 6
1/2 = 3/6 dan 1/3 = 2/6
3/6 + 2/6 = 5/6
Dengan memahami kedua kasus ini, kita dapat menyelesaikan berbagai soal penjumlahan pecahan dengan lebih mudah.
Cara Menghitung Pengurangan Pecahan
Pengurangan pecahan memiliki prinsip yang sama dengan penjumlahan pecahan. Ada dua kasus dalam pengurangan pecahan:
1. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Sama
Untuk mengurangkan pecahan dengan penyebut yang sama, langkah-langkahnya adalah:
- Kurangkan pembilang-pembilangnya
- Pertahankan penyebutnya
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
3/4 – 1/4 = (3-1)/4 = 2/4 = 1/2 (setelah disederhanakan)
2. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda
Untuk mengurangkan pecahan dengan penyebut berbeda, langkah-langkahnya adalah:
- Samakan penyebut dengan mencari KPK dari penyebut-penyebut tersebut
- Ubah pembilang sesuai dengan perubahan penyebut
- Kurangkan pembilang-pembilangnya
- Pertahankan penyebut yang sudah disamakan
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
3/4 – 1/2
KPK dari 4 dan 2 adalah 4
3/4 tetap 3/4 dan 1/2 = 2/4
3/4 – 2/4 = 1/4
Dengan memahami kedua kasus ini, kita dapat menyelesaikan berbagai soal pengurangan pecahan dengan lebih mudah.
Cara Menghitung Perkalian Pecahan
Perkalian pecahan sebenarnya lebih sederhana dibandingkan penjumlahan dan pengurangan pecahan. Tidak perlu menyamakan penyebut dalam perkalian pecahan. Langkah-langkah perkalian pecahan adalah sebagai berikut:
- Kalikan pembilang dengan pembilang
- Kalikan penyebut dengan penyebut
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
2/3 × 3/4 = (2×3) / (3×4) = 6/12 = 1/2 (setelah disederhanakan)
Perkalian pecahan dengan bilangan bulat juga mengikuti prinsip yang sama. Bilangan bulat dianggap sebagai pecahan dengan penyebut 1.
Contoh:
2 × 3/4 = 2/1 × 3/4 = (2×3) / (1×4) = 6/4 = 3/2 (setelah disederhanakan)
Perkalian pecahan campuran dapat dilakukan dengan mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian mengalikannya seperti biasa.
Contoh:
1 1/2 × 2 1/3
Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa: 1 1/2 = 3/2 dan 2 1/3 = 7/3
Kalikan seperti biasa: 3/2 × 7/3 = 21/6 = 3 1/2 (setelah disederhanakan dan diubah kembali menjadi pecahan campuran)
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, kita dapat menyelesaikan berbagai soal perkalian pecahan dengan lebih mudah.
Cara Menghitung Pembagian Pecahan
Pembagian pecahan mungkin terlihat rumit, tetapi sebenarnya cukup sederhana jika kita memahami triknya. Prinsip dasar pembagian pecahan adalah mengubah operasi pembagian menjadi perkalian dengan membalik pecahan pembagi. Langkah-langkah pembagian pecahan adalah sebagai berikut:
- Balik pecahan pembagi (tukar posisi pembilang dan penyebut)
- Ubah tanda pembagian (÷) menjadi tanda perkalian (×)
- Kalikan seperti pada perkalian pecahan biasa
- Jika perlu, sederhanakan hasilnya
Contoh:
3/4 ÷ 1/2
Balik pecahan pembagi: 1/2 menjadi 2/1
Ubah operasi menjadi perkalian: 3/4 × 2/1
Kalikan: (3×2) / (4×1) = 6/4
Sederhanakan: 6/4 = 3/2 = 1 1/2
Pembagian pecahan dengan bilangan bulat juga mengikuti prinsip yang sama. Bilangan bulat dianggap sebagai pecahan dengan penyebut 1.
Contoh:
3/4 ÷
Ubah 2 menjadi 2/1
Balik pecahan pembagi: 2/1 menjadi 1/2
Ubah operasi menjadi perkalian: 3/4 × 1/2
Kalikan: (3×1) / (4×2) = 3/8
Pembagian pecahan campuran dapat dilakukan dengan mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa terlebih dahulu, kemudian membaginya seperti biasa.
Contoh:
2 1/2 ÷ 1 1/4
Ubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa: 2 1/2 = 5/2 dan 1 1/4 = 5/4
Balik pecahan pembagi: 5/4 menjadi 4/5
Ubah operasi menjadi perkalian: 5/2 × 4/5
Kalikan: (5×4) / (2×5) = 20/10 = 2
Dengan memahami prinsip-prinsip ini, kita dapat menyelesaikan berbagai soal pembagian pecahan dengan lebih mudah.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5482334/original/036639300_1769174289-20260123IQ_Persija_Jakarta_vs_Madura_United__2_.JPG)





















