Barang yang Enggak Akan Dibeli Kaum Mendang-Mending
Buffett tetap setia pada prinsip keuangan yang ketat, hidup hemat, berinvestasi dengan cerdas, dan menghindari pemborosan.

Ilustrasi wanita muda berbelanja di toko barang bekas, dengan hati-hati memeriksa jaket bekas. Membeli baju bekas atau sering disebut thrift bisa menjadi salah satu contoh penerapan hidup frugal Living. (Foto by AI)
(@ 2024 merdeka.com)Warren Buffett, yang dikenal sebagai "Oracle of Omaha," bukan hanya seorang investor jenius, tetapi juga seorang yang menjalani hidup dengan sangat sederhana.
Meskipun memiliki kekayaan mencapai USD 140,8 miliar, Buffett tetap setia pada prinsip keuangan yang ketat, hidup hemat, berinvestasi dengan cerdas, dan menghindari pemborosan.
Bagi mereka yang ingin mencapai kestabilan finansial, khususnya masyarakat kelas menengah, Buffett memiliki beberapa larangan belanja yang menurutnya sebaiknya dihindari. Berikut adalah hal-hal yang tidak akan pernah dibeli oleh Warren Buffett dan alasannya:
Mobil Baru
Buffett sangat dikenal dengan kebiasaan hematnya dalam membeli mobil. Membeli mobil baru, tidak ada dalam kamus Buffett. Baginya, mobil adalah aset yang terus mengalami depresiasi. Sebuah mobil baru bisa kehilangan hingga 20% nilainya di tahun pertama dan hingga 60% dalam lima tahun pertama.
Sebagai contoh, Buffett mengendarai Cadillac DTS 2006 selama hampir satu dekade sebelum akhirnya menggantinya, dan itu pun atas desakan putrinya. Alih-alih membeli mobil baru, ia lebih memilih mobil bekas dengan sedikit cacat, seperti yang terkena hujan es, untuk menghindari depresiasi yang besar.
Langganan yang Tidak Terpakai
Di era digital ini, banyak orang tanpa sadar berlangganan layanan seperti streaming, keanggotaan gym, atau layanan pengiriman makanan. Biaya ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika dijumlahkan dalam setahun, dapat menguras keuangan tanpa disadari.
Buffett sangat sadar dengan setiap sen yang ia keluarkan. Bahkan, ia pernah mengambil kembali koin receh dari telepon umum jika panggilannya tidak tersambung. Jika seorang miliarder saja tidak mau membuang uang untuk hal-hal yang tidak perlu, mengapa kita harus?
Rumah yang Terlalu Besar
Memiliki rumah impian memang menjadi keinginan banyak orang, namun Buffett memperingatkan agar kita tidak terus-menerus membeli rumah yang lebih besar. Banyak orang beranggapan bahwa memiliki rumah besar berarti kehidupan yang lebih baik, padahal biaya pemeliharaan, pajak properti, dan cicilan hipotek dapat membengkak tanpa disadari.
Buffett sendiri telah tinggal di rumah yang sama sejak 1958, yang ia beli seharga USD 31.500 di Omaha, Nebraska. Rumah tersebut nyaman, cukup untuk kebutuhannya, dan tidak memberatkannya secara finansial.
Barang Murah dengan Kualitas Rendah
Seringkali, membeli barang murah terlihat seperti cara yang cerdas untuk menghemat uang. Namun, Buffett mengingatkan bahwa dalam jangka panjang, barang murah justru bisa lebih boros karena cepat rusak dan harus sering diganti.
Buffett lebih memilih membeli barang berkualitas tinggi yang tahan lama. Baik dalam investasi saham maupun barang sehari-hari, ia percaya bahwa membayar sedikit lebih mahal untuk kualitas yang lebih baik akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481371/original/037143900_1769091608-Presiden_Prabowo_Subianto_di_WEF-3.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481376/original/075507400_1769092696-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_21.15.44.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5212278/original/085926800_1746607936-Inter_Milan_vs_Barcelona-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478810/original/094393800_1768927580-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)























