Benarkah Ngontrak Rumah Lebih Irit dan Murah Dibanding KPR? Begini Jawabannya
Banyak orang dihadapkan pada pilihan antara ngontrak rumah atau mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Generasi Z (Gen Z) di Indonesia lebih tertarik dengan sewa properti alias mengontrak ketimbang membeli rumah. Survei Property Perspective from Gen Z yang dirilis oleh Jakpat, mencatat sebanyak 36 persen dari 587 responden Gen Z enggan membeli atau lebih memilih menyewa properti dengan alasan belum siap secara finansial untuk membeli properti.
Dalam memilih tempat tinggal, memang banyak orang dihadapkan pada pilihan antara ngontrak rumah atau mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Keputusan ini sangat bergantung pada kondisi keuangan dan rencana masa depan masing-masing individu.
Ngontrak rumah sering kali dianggap lebih murah dalam jangka pendek, sementara KPR menawarkan keuntungan jangka panjang dengan kepemilikan aset. Namun, setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dengan matang.
Pertanyaan utama yang muncul adalah, mana yang lebih ekonomis: ngontrak rumah atau KPR?
Keuntungan dan Kerugian Ngontrak Rumah
Mengontrak rumah memiliki beberapa keuntungan yang menarik bagi banyak orang. Pertama, biaya awal untuk ngontrak rumah biasanya lebih rendah dibandingkan dengan KPR. Hanya diperlukan uang muka dan biaya administrasi yang relatif kecil.
Kedua, fleksibilitas finansial lebih tinggi karena Anda tidak terikat dengan cicilan jangka panjang.
Biaya bulanan untuk ngontrak rumah juga cenderung lebih rendah, terutama di awal. Selain itu, mobilitas yang lebih tinggi memungkinkan Anda untuk berpindah tempat tinggal dengan lebih mudah, sesuai dengan kebutuhan atau perubahan situasi.
Namun, ada juga kerugian yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah Anda tidak memiliki aset setelah masa kontrak berakhir. Selain itu, biaya sewa dapat meningkat setiap tahunnya, dan Anda tidak memiliki kebebasan untuk memodifikasi atau merenovasi rumah sesuai keinginan.
Keuntungan dan Kerugian KPR
Sementara itu, KPR menawarkan keuntungan dalam bentuk kepemilikan aset. Setelah melunasi cicilan, Anda akan memiliki rumah yang nilainya berpotensi meningkat seiring waktu. Ini memberikan keuntungan investasi jangka panjang yang tidak bisa didapatkan dari ngontrak rumah.
Dengan KPR, Anda juga memiliki kebebasan untuk memodifikasi dan merenovasi rumah sesuai keinginan. Namun, biaya awal yang tinggi menjadi salah satu kerugian utama, termasuk uang muka, biaya administrasi, pajak, dan biaya notaris.
Terikat dengan cicilan bulanan dalam jangka waktu panjang (biasanya 10-30 tahun) juga dapat membebani keuangan Anda. Selain itu, risiko suku bunga yang fluktuatif dapat membuat total biaya yang dikeluarkan lebih tinggi dari perkiraan awal, dan perawatan serta perbaikan rumah menjadi tanggung jawab Anda.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Dalam menentukan pilihan antara ngontrak rumah atau KPR, ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan:
- Kondisi Keuangan: Apakah Anda mampu membayar uang muka yang besar dan cicilan bulanan KPR? Atau lebih nyaman dengan biaya sewa bulanan yang lebih rendah?
- Rencana Masa Depan: Apakah Anda berencana tinggal di tempat yang sama dalam jangka waktu lama? Atau ingin memiliki aset berupa rumah?
- Lokasi: Pertimbangkan biaya sewa dan harga rumah di lokasi yang Anda inginkan. Bandingkan biaya sewa jangka panjang dengan total biaya KPR (termasuk bunga) untuk lokasi yang sama.
- Suku Bunga KPR: Suku bunga yang rendah akan membuat KPR lebih terjangkau. Carilah informasi tentang suku bunga KPR yang kompetitif.
Sangat disarankan untuk melakukan perencanaan keuangan yang matang dan berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum membuat keputusan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)










