Berkat BRI UMKM EXPO(RT), UMKM Kerajinan Eceng Gondok Ini Bisa Tembus Pasar Internasional
Melalui program BRI UMKM EXPO(RT), Firman berkesempatan mengikuti pameran internasional dan menjalin kerja sama dengan buyer dari luar negeri.

Dari tangan-tangan kreatif warga Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang, lahirlah produk kerajinan unik berbahan dasar eceng gondok yang kini dikenal dengan nama Bengok Craft. Usaha kreatif ini berhasil mengubah tanaman air yang sebelumnya dianggap gulma menjadi produk bernilai tinggi, bahkan menembus pasar mancanegara.
Eceng gondok sering kali dipandang sebagai masalah lingkungan karena pertumbuhannya yang cepat menutupi permukaan air. Namun, bagi Bengok Craft, gulma tersebut justru menjadi peluang emas. Sejak berdiri pada 2019, Bengok Craft memanfaatkan bahan ini untuk membuat berbagai produk seperti tas, dompet, sandal, hingga home decor yang elegan dan ramah lingkungan.
Dengan mengusung prinsip sustainable fashion dan eco-friendly product, Bengok Craft berhasil menarik perhatian pasar yang semakin peduli terhadap lingkungan. Produk-produknya tidak hanya dipasarkan secara offline, tetapi juga memanfaatkan platform digital sehingga mampu menjangkau konsumen di berbagai kota besar Indonesia dan luar negeri.
Di balik usaha ini ada sosok Firman Setyaji selaku pemilik Bengok Craft, yang dengan tekun membawa eceng gondok hingga tembus ke panggung global. Firman mengaku awalnya produk Bengok Craft belum banyak dikenal, namun dia terus berinovasi untuk memperkenalkan kerajinan eceng gondok kepada masyarakat. Segmentasi pasar mereka adalah perempuan berusia 20-40 tahun yang tinggal di kota-kota besar.
Dalam perjalanannya, Bengok Craft mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BRI. Melalui program BRI UMKM EXPO(RT), Firman berkesempatan mengikuti pameran internasional dan menjalin kerja sama dengan buyer dari luar negeri.
"BRI sangat mendukung kami, terutama dalam hal ekspor. Setelah pameran tahun 2022, kami bahkan mendapatkan buyer langganan dari Italia," ujar Firman.
Meski sudah mencapai banyak hal, Firman mengakui bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah belum adanya order yang kontinu untuk mendukung pengembangan usaha.
"Harapannya, produk kami semakin dikenal dan ada order yang rutin. Dengan begitu, kami bisa melibatkan lebih banyak orang dan memberikan manfaat yang lebih besar," ujarnya.
Kini tidak hanya di dalam negeri, produk Bengok Craft juga telah menembus pasar internasional. Meski masih dalam skala kecil, mereka telah mengekspor produk ke beberapa negara seperti Singapura, Jepang, Italia, Dubai, dan Spanyol.
"Mayoritas yang diminati adalah produk fashion and craft, seperti tas dan sandal," ungkap Firman.
Sandal eceng gondok buatan Bengok Craft bahkan memiliki keunikan tersendiri karena bisa digunakan untuk aktivitas outdoor, berbeda dengan sandal serat alam pada umumnya yang hanya cocok untuk penggunaan indoor.
Selain itu, Bengok Craft yang namanya diambil dari sebutan lokal eceng gondok, memiliki visi besar untuk membawa produk lokal ke ranah global. "Kami ingin produk kami semakin dikenal dan bisa memberikan dampak positif bagi lebih banyak orang," tutur Firman.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)




















