Indonesia Tegaskan Komitmen Tidak Impor Solar 2026, Siap Mandiri Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kembali menegaskan Indonesia akan setop tidak impor solar 2026 berkat beroperasinya RDMP Balikpapan dan program B50, membuka jalan menuju kemandirian energi nasional.

Indonesia Tegaskan Komitmen Tidak Impor Solar 2026, Siap Mandiri Energi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk menghentikan impor solar. Rencana ambisius ini ditargetkan mulai berlaku pada tahun 2026. Keputusan ini didasari oleh proyek strategis nasional yang akan segera beroperasi.
Penghentian impor solar ini akan terwujud seiring rampungnya Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dengan beroperasinya kilang tersebut, pasokan solar dalam negeri diperkirakan akan mencukupi kebutuhan nasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada pasokan energi dari luar negeri.
Selain RDMP Balikpapan, dukungan juga datang dari pengembangan program bahan bakar nabati melalui kebijakan biodiesel B50. Kombinasi kedua inisiatif ini diproyeksikan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berpotensi menciptakan kelebihan pasokan solar. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi negara pengekspor bahan bakar di masa mendatang.
Komitmen Indonesia Setop Impor Solar pada 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa agenda utama pemerintah adalah menghentikan impor solar pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Minggu, sebagai bagian dari visi kemandirian energi nasional. Target ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola sumber daya energi secara mandiri.
Bahlil menjelaskan bahwa penghentian impor akan dilakukan jika pasokan solar dalam negeri sudah memadai. Namun, jika kesiapan belum optimal, impor sementara masih mungkin dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi nasional. Keputusan ini sangat bergantung pada kesiapan operasional dari Pertamina sebagai pelaksana utama.
"Tetapi tergantung dari Pertamina. Kalau katakanlah bulan Maret baru bisa, berarti Januari, Februari yang mungkin sedikit, mungkin sedikit yang bisa kita lagi exercise (memperhitungkan)," ujar Bahlil. "Tapi itu pun lagi saya exercise ya. Tapi kalau katakanlah Januari, Februari pun tidak perlu impor, tidak usah, untuk apa impor? Tapi kalau kebutuhan memang harus katakanlah kalau kita belum siap, ya kita daripada tidak ada," tambahnya, menegaskan fleksibilitas kebijakan.
Peran Proyek RDMP Balikpapan dan Biodiesel B50
Kunci utama di balik optimisme penghentian impor solar adalah beroperasinya Proyek RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan kualitas kilang minyak nasional. Dengan selesainya RDMP Balikpapan, produksi solar domestik diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi.
Selain RDMP, pemerintah juga gencar mendorong program bahan bakar nabati, khususnya biodiesel B50. Program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memanfaatkan sumber daya alam terbarukan. Implementasi B50 akan signifikan dalam menambah pasokan solar yang berasal dari dalam negeri.
Kombinasi antara peningkatan produksi dari RDMP dan kontribusi dari program B50 diperkirakan akan menciptakan kelebihan pasokan solar. Situasi ini tidak hanya akan mengamankan kebutuhan energi nasional tetapi juga membuka potensi besar. Indonesia berpeluang menjadi eksportir bahan bakar solar di masa mendatang, mengubah status dari importir menjadi penyuplai.
Peningkatan Kualitas BBM Solar dan Prospek Masa Depan
Selain fokus pada kuantitas, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Bahan Bakar Minyak (BBM) solar. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa upaya peningkatan kualitas ini akan terus dilakukan. Hal ini penting untuk memastikan BBM solar yang digunakan masyarakat sesuai standar dan ramah lingkungan.
"Upayanya akan ke sana. Terus kita lakukan yang terbaik," ujar Bahlil, menyoroti pentingnya inovasi dan peningkatan berkelanjutan. Peningkatan kualitas BBM solar juga sejalan dengan tren global menuju energi yang lebih bersih. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan energi yang berkualitas bagi masyarakat.
Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan dan suksesnya program B50, prospek masa depan energi Indonesia terlihat cerah. Kemandirian dalam pasokan solar akan memperkuat ketahanan energi nasional. Potensi ekspor solar juga akan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi negara.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)

















