Sorot
{{caption}}
Gabung di Dewan Perdamaian Bentukan Trump, Prabowo Diminta Konsisten Prioritaskan Kemerdekaan Palestina

{{caption}}
Berdamai dengan Sudewo, Pembelot Demo Pati Ahmad Husein Masuk Bidikan KPK

{{caption}}
Lula Lahfah Sempat Dirawat di RS saat Pergantian Tahun, Sebut karena Batu Ginjal hingga GERD

{{caption}}
Lula Lahfah Meninggal Dunia

{{caption}}
Seluruh Jenazah Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 Resmi Ditutup

{{caption}}
Persija Jakarta vs Madura United: 2 Gol Penalti, Macan Kemayoran Petik 3 Poin

Topik Terkait
{{caption}}
Bank Indonesia Tak Turunkan BI Rate, Lebih Fokus pada Penurunan Suku Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal untuk kemungkinan penurunan suku bunga acuan di masa mendatang.

{{caption}}
Resmi, Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan 4,75% hingga Oktober 2025

Bank Indonesia memutuskan untuk tetap menjaga suku bunga fasilitas deposito pada angka 3,75 persen dan suku bunga fasilitas pinjaman di level 5,5 persen.

{{caption}}
BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Menjadi 4,75 Persen

Kondisi global menjadi salah satu pertimbangan utama Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

{{caption}}
Bank Indonesia Telah Turukan Suku Bunga Acuan 6 Kali di Era Prabowo-Gibran

Perry menegaskan, kebijakan moneter kali ini ditempuh dengan tetap menjaga keseimbangan antara stabilitas inflasi dan dorongan ekonomi.

{{caption}}
BI Cermati Ruang Penurunan Suku Bunga Acuan September 2025

Kebijakan suku bunga harus dijalankan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama inflasi dan stabilitas nilai tukar.

{{caption}}
Info Terbaru: Bank Indonesia Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan Menjadi 5 Persen

Bank Indonesia juga turut menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen.

{{caption}}
Penyebab BI Rate Turun

Keputusan ini datang di saat tekanan global mulai melonggar.

{{caption}}
Terlalu Tinggi, BI Minta Perbankan Turunkan Suku Bunga Kredit

Suku bunga kredit perlu diturunkan untuk mendorong penyaluran kredit.

{{caption}}
Gubernur BI Ungkap Alasan Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

BI memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.

{{caption}}
Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,50 Persen

Ke depan, BI akan terus memantau ruang penurunan suku bunga lebih lanjut dengan mempertimbangkan stabilitas Rupiah.

{{caption}}
Ternyata Ini 5 Alasan Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga Jadi 6 Persen

Perry memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunganya selama 3 bulan kedepan secara berturut-turut hingga akhir tahun.

{{caption}}
Pencalonan Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI: DPD Ingatkan Potensi Konflik Kepentingan

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyoroti pencalonan Thomas Djiwandono sebagai kandidat Deputi Gubernur BI, menekankan pentingnya menghindari konflik kepentingan demi menjaga independensi Bank Indonesia.

{{caption}}
Rupiah Menguat Tajam di Pembukaan Perdagangan, Isyarat AS Tak Serang Greenland Jadi Pemicu

Rupiah menguat tajam di awal perdagangan Jumat, dipicu isyarat Presiden AS Donald Trump tak serang Greenland. Ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan global.

{{caption}}
Mengungkap Strategi Semangka Solikin: Konsep Inovatif Calon Deputi Gubernur BI untuk Ekonomi Berkelanjutan

Calon Deputi Gubernur BI, Solikin M Juhro, memaparkan delapan Strategi Semangka dalam uji kelayakan DPR RI. Konsep ini dirancang untuk menopang program Asta Cita pemerintah dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Apa saja isinya?

{{caption}}
BI: Pertumbuhan Uang Beredar M2 Desember 2025 Capai Rp10.133,1 Triliun

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar M2 pada Desember 2025 tumbuh lebih tinggi, mencapai Rp10.133,1 triliun, menunjukkan peningkatan signifikan dalam peredaran uang di masyarakat.

{{caption}}
Rupiah Menguat Tajam: Respons Pasar atas Meredanya Tekanan Global

Nilai tukar Rupiah menguat signifikan pada penutupan perdagangan di Jakarta, mencerminkan respons positif pasar terhadap meredanya tekanan global dan fundamental ekonomi domestik yang solid.

{{caption}}
Calon Deputi Gubernur BI Solikin Juhro Siap Atasi Kendala Permintaan Kredit dengan Program Pinisi

Calon Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro, berkomitmen atasi kendala permintaan kredit perbankan melalui program 'Pinisi' untuk mendorong penyerapan likuiditas ke sektor riil. Simak strateginya!

{{caption}}
Rupiah Dekati Rp17.000, Analis Prediksi BI Tak Ubah BI-Rate

Analis memperkirakan BI menahan suku bunga acuan 4,75% demi menjaga stabilitas rupiah yang mendekati Rp17.000 per dolar AS.

{{caption}}
Danantara Siap Bawa RI Tumbuh Maksimum 2026: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci

Danantara Indonesia, bersama kebijakan fiskal dan moneter, bersiap mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai level maksimum pada tahun 2026. Simak strategi kunci yang diusung untuk akselerasi ekonomi ini.

{{caption}}
Kinerja Perbankan 2026 Diproyeksikan Solid, OJK Ungkap Pertumbuhan Kredit Stabil

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan **kinerja perbankan 2026** akan tetap solid, didukung pertumbuhan kredit dan DPK yang stabil serta kualitas aset yang terjaga.

{{caption}}
Rupiah Melemah ke Rp16.725 per Dolar AS: Sentimen Global dan Kebijakan The Fed Jadi Sorotan

Nilai tukar Rupiah Melemah 38 poin ke Rp16.725 per dolar AS pada Jumat (2/1), dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan kebijakan moneter The Fed yang terbelah.

{{caption}}
Prediksi IHSG 10.000: Menkeu Optimistis Tercapai pada 2026, Ini Pendorongnya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin Prediksi IHSG 10.000 akan terwujud pada akhir 2026, didukung fundamental ekonomi kuat dan sentimen positif pasar modal.

{{caption}}
OJK Proyeksikan Pertumbuhan Kredit 2026 Meningkat, Didorong Penurunan Suku Bunga Global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 akan sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga global dan domestik yang memicu permintaan kredit.

Trending Now