Komisi VII DPR Dorong Kemenpar Fokus pada Pariwisata Berkualitas Indonesia
Komisi VII DPR RI mendesak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menggeser fokus dari kuantitas kunjungan ke pengembangan Pariwisata Berkualitas Indonesia yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi luas.

Jakarta, 2 Januari – Komisi VII DPR RI mendesak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk melakukan pergeseran prioritas dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menyerukan agar Kemenpar mengakselerasi fokus dari sekadar kuantitas kunjungan wisatawan menuju kualitas pengalaman, nilai ekonomi, keberlanjutan, dan manfaat sosial yang lebih besar. Permintaan ini disampaikan di Jakarta pada Jumat lalu, sebagai respons terhadap dinamika dan tantangan pariwisata terkini.
Pergeseran fokus ini dianggap krusial untuk memastikan sektor pariwisata Indonesia tidak hanya menarik jumlah pengunjung, tetapi juga memberikan dampak positif yang mendalam bagi masyarakat dan lingkungan. Chusnunia Chalim menekankan bahwa faktor keselamatan dan kenyamanan harus menjadi perhatian utama dalam pembenahan pariwisata. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan destinasi yang aman dan berkesan bagi setiap wisatawan yang datang.
Kasus kematian pelatih Valencia, Fernando Martin Carreras, akibat insiden kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo beberapa waktu lalu, menjadi sorotan dan bahan evaluasi penting. Insiden tersebut menegaskan urgensi untuk menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan aman di masa depan. Kemenpar diharapkan dapat belajar dari kejadian ini dan menerapkan standar yang lebih tinggi demi menjaga reputasi pariwisata Indonesia.
Mendesak Pergeseran Fokus: Dari Kuantitas ke Kualitas Pariwisata
Komisi VII DPR RI, melalui Wakil Ketua Chusnunia Chalim, secara tegas meminta Kemenpar untuk mengubah orientasi pengembangan pariwisata nasional. Selama bertahun-tahun, pariwisata seringkali dirayakan hanya berdasarkan angka jumlah kunjungan, namun kini saatnya beralih ke indikator kualitas. Fokus pada kualitas pengalaman wisatawan akan menghasilkan dampak yang lebih berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi pilar utama dalam upaya pembenahan sektor pariwisata. Peristiwa tragis di Labuan Bajo menjadi pengingat serius akan pentingnya standar keamanan yang ketat. Kemenpar perlu memastikan bahwa setiap destinasi wisata di Indonesia memenuhi standar internasional untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Chusnunia Chalim menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya tentang berapa banyak orang yang datang, melainkan juga tentang pengalaman yang didapatkan, kesiapan masyarakat lokal, dan manfaat ekonomi yang dirasakan daerah. Ini berarti Kemenpar harus lebih kreatif dan kolaboratif dalam merespons perubahan pola perjalanan wisata, mengubah tantangan menjadi peluang melalui inovasi dan sinergi antarpihak.
Menggali Potensi Tren Pariwisata 2026: Investasi Jangka Panjang
Kemenpar perlu mencermati perubahan pola perjalanan wisata yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Tren utama pariwisata pada tahun 2026 diperkirakan akan meliputi wellness, ekowisata, gastronomi, budaya otentik, dan adopsi digital. Tren-tren ini berpotensi besar untuk mendorong peningkatan devisa, pemberdayaan komunitas, dan daya saing global Indonesia di mata dunia.
Pemanfaatan teknologi dan kolaborasi strategis merupakan kunci untuk mengoptimalkan potensi tren pariwisata ini. Dengan mengadopsi teknologi digital dan menjalin kemitraan yang kuat, pariwisata Indonesia dapat bertransformasi menjadi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Sektor ini tidak lagi hanya dipandang sebagai hiburan, melainkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dari berbagai peninjauan lapangan, terlihat bahwa wisatawan semakin mencari pengalaman yang mendalam dan otentik. Mereka tidak hanya ingin melihat pemandangan, tetapi juga ingin merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, kuliner, serta cerita di balik sebuah destinasi. Ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi wisatawan yang harus direspons secara proaktif oleh Kemenpar.
Pengalaman Mendalam dan Pemberdayaan Komunitas Lokal
Wisatawan modern menginginkan lebih dari sekadar kunjungan biasa; mereka mencari koneksi emosional dan pemahaman budaya yang lebih dalam. Keinginan untuk merasakan kehidupan masyarakat lokal, tradisi, musik, dan kuliner menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, Kemenpar harus mampu mengorkestrasi potensi-potensi wisata yang ada untuk mendorong pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pemberdayaan komunitas lokal adalah elemen krusial dalam menciptakan Pariwisata Berkualitas Indonesia. Keterlibatan aktif masyarakat akan memastikan bahwa manfaat ekonomi dan sosial dari pariwisata tersebar merata. Ini juga penting untuk menjaga keaslian budaya dan kelestarian lingkungan di setiap destinasi wisata, sehingga pengalaman yang ditawarkan tetap otentik dan bertanggung jawab.
Kemenpar memiliki peran sentral dalam memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pariwisata yang harmonis, di mana setiap elemen saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Dengan demikian, pariwisata Indonesia dapat terus berkembang secara positif, memberikan nilai tambah bagi negara dan kesejahteraan rakyat.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)











